Budak Kesayangan Sang Tiran
Lysandra berkonsentrasi, membayangkan akar-akar berwarna cokelat tua dan kuat yang memancar dari dirinya, menancap dalam.
“Pertahankan sebentar. Sekarang, bayangkan sebuah cangkang. Bukan tembok batu. Cangkang itu kaku dan dapat retak. Tapi sebuah cangkang ... seperti mutiara di dalam kerang. Halus, kuat, dan bisa memantulkan.” Suara Seraphina memandu.
“Itu terbuat dari cahaya dari dirimu sendiri, dari warna hijau dan emas yang kau lihat. Bentuklah di sekelilingmu. Lapisan tipis, tak terputus.”