Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Iveryne ; Mitos Pedang Iblis

Iveryne ; Mitos Pedang Iblis

“Kamu harus mengingatnya.” Iveryne memandang liontin mutiara itu dengan penuh kekaguman, menatap permata yang terpatri di dalamnya seolah menyelusuri ke dalam keabadian. Dia merasakan kehangatan dari hadiah itu, tidak hanya dari batu berharga di dalamnya, tetapi juga ikatan persahabatan. Dengan penuh rasa syukur, dia membalas dengan senyum tulus, merasa beruntung memiliki seorang teman sebijak dan setulus Eirisea.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai laksana mutiara yang tersimpan baik
Baca
+Pustaka
Dimanja Suami Kontrak

Dimanja Suami Kontrak

lanjut Lura, suaranya makin pelan, “…setiap wanita yang memakainya, merasa seperti terlahir kembali. Di balik kilau permata, tersembunyi keberanian. Keberanian untuk tetap lembut dalam dunia yang keras.” Ia mengangkat kepala, menatap Khailash dengan penuh keyakinan. “Permata utama yang kupilih: moonstone. Bukan hanya karena warnanya yang tenang, tapi karena ia dipercaya membawa kekuatan feminin, intuisi, dan perlindungan dari energi buruk.” Khailash mengangguk kecil, ekspresinya tak berubah—tenang, fokus, analitis. Ia masih dalam mode pendengar, tapi Lura tahu, ia menyerap setiap makna.
1016.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 460 kali sebagai laksana mutiara yang tersimpan baik
Baca
+Pustaka
Gairah Cinta Sang Dewa Perang

Gairah Cinta Sang Dewa Perang

Mindy mengangguk. “Bagaimana dengan satu set perhiasan mutiara. Bukankah Kalistar adalah penghasil mutiara laut dengan kualitas terbaik?” “Benar! Kenapa aku malah tidak terpikirkan. Aku selalu memikirkan hal-hal yang besar, sampai terkadang lupa kalau masih ada banyak hal indah yang ada di sekitarku.” “Pintar sekali,” Louise menyentil hidung Mindy dengan gemas.
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai laksana mutiara yang tersimpan baik
Baca
+Pustaka
Dua Puluh Tahun Dalam Sandiwara

Dua Puluh Tahun Dalam Sandiwara

"Terima kasih Mas." "Terima kasih juga untukmu... wanita kuat yang tangguh dan selalu bersabar melayani keluarga. Aku bangga memilikimu yang selalu punya sifat pemaaf meski orang-orang telah bersikap jahat. Mutiara, kau seperti namamu. Mutiara adalah benda berharga yang ada di lautan dalam, di mana ia hanya bisa dicapai oleh penyelam yang handal. Terima kasih telah membiarkan takdirmu mengarah kepadaku, aku bahagia bersamamu." Ia mengedipkan mata, aku hanya tertawa sebagai balasannya.
9.6174.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai laksana mutiara yang tersimpan baik
Baca
+Pustaka
Mutiara yang Tersia-siakan

Mutiara yang Tersia-siakan

"Kayden, kamu nggak pernah mencintai siapa pun. Orang yang paling kamu cintai hanyalah dirimu sendiri! Setelah aku pergi, kamu merasa nggak terbiasa, jadi kamu hanya ingin mencari cara untuk mengikatku kembali..." Tatapannya turun ke tangan Kayden yang penuh lumpur, lalu Pearly melanjutkan, "Kamu mencariku seperti orang gila. Itu bukan cinta, melainkan kepuasan batinmu sendiri!" Cinta yang datang terlambat itu tidak berguna. Pearly hanya ingin segera membuat batasan yang jelas dengan Kayden. "Dokter! Ada satu korban lagi yang berhasil diselamatkan, pahanya terluka parah. Dia membutuhkan operasi secepatnya!"
14.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 338 kali sebagai laksana mutiara yang tersimpan baik
Baca
+Pustaka
ERBLINIE: Warisan Dosa dan Pernikahan Palsu Sang Agen

ERBLINIE: Warisan Dosa dan Pernikahan Palsu Sang Agen

Pintu tertutup dengan suara berat. Seperti palu hakim. Mobil melaju. Margarethe menatap mutiara di dadanya—kilau kecil yang terlalu tenang untuk sesuatu yang mengikat begitu keras. Cincin berlian di jarinya terasa berat. Bukan karena bobot. Karena makna. Ia menengadah ke kaca spion. Wajah Leonhardt terpantul. Datar. Berjarak.
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai laksana mutiara yang tersimpan baik
Baca
+Pustaka
Dendam Wanita Teraniaya

Dendam Wanita Teraniaya

Wira bertanya. “Untuk mengagumi keindahannya,” jawab Sekar, dia mendesah memandangi Wira, “Aku sangat menyukai kalung berlian blue safir pemberianmu itu, terkadang aku akan melihatnya untuk sekedar mengagumi keindahannya sekaligus membersihkannya perlahan.” “Tenanglah, kalung itu pasti ketemu.” Wira memberikan senyuman menenangkan.
619 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai laksana mutiara yang tersimpan baik
Baca
+Pustaka
Pelakor Harus Mati

Pelakor Harus Mati

Kurasa, kesempurnaan mutlak memang mustahil tercipta. Bahkan mutiara yang terlihat begitu berkilau ternyata memiliki retak di bagian dalam, dan tak pernah menjadi utuh kembali. Ia indah, tapi bagi beberapa orang, itu tak lagi berharga. Ironis.
1088.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai laksana mutiara yang tersimpan baik
Tampilkan Ulasan (23)
Baca
+Pustaka
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Helmy Abdullah
baru mulai baca sih , saya suka karakter Bianca yang menghajar pelakor dan saya harap sampai ending Bianca bisa berbuat kejam dngn peselingkuh dn penggoda itu dengan begitu Bianca mewakili hati para wanita yang menjadi korban di selingkuhi.
Baca Semua Ulasan
Kebaikan yang Tersirat Hanyalah Sandiwara

Kebaikan yang Tersirat Hanyalah Sandiwara

Di sana tertulis: [ Vega, terima kasih karena pernah mencintaiku. Maaf karena aku tidak menjagamu dengan baik. Kalau ada kehidupan berikutnya, aku berharap bisa bertemu denganmu lebih awal. Dan lebih awal memahami bagaimana cara menghargaimu. Untuk kehidupan ini, sampai di sini saja. Jaga dirimu baik-baik, Vega-ku. ] Air mata menetes ke atas kertas. Di beberapa bagian, tintanya mulai memudar karena terkena tetesan air mata.
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai laksana mutiara yang tersimpan baik
Baca
+Pustaka
Suami Adikku Memuja Rahimku

Suami Adikku Memuja Rahimku

"Perhiasan bukan tentang seberapa mahal harganya, Sekar. Perak itu indah karena ia murni, dan berlian ini hanya alat untuk mempertegas apa yang sudah ada padamu." Ia menatapku dalam, seolah sedang membaca setiap luka yang kusembunyikan. "Banyak orang memakai berlian untuk menutupi kekosongan di dalam diri mereka. Tapi kamu? Kamu tetap terlihat bersinar bahkan dengan perak murah sekalipun. Saya memberikan ini bukan karena saya merasa kamu membutuhkannya untuk terlihat kaya, tapi karena saya ingin kamu tahu bahwa kamu layak mendapatkan hal-hal indah."
10259 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9 kali sebagai laksana mutiara yang tersimpan baik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status