21 Days in Sukabumi
tanyanya menatapku datar.
"Kemarin malam kenapa, tuh? Kamu nggak beneran doain saya begitu, kan?" Angel menggeleng diikuti senyum kecil. Kemudian berlalu ke dalam rumah. Kenapa tidak asik sekali mimik wajahnya? Biasanya, dahi lebar itu mengerut bila terkena ledekan, alisnya menukik tajam, sorot matanya seperti hantu pada film horor.
Sebelum benar-benar masuk, dia membalikan badan dan berkata, "Mau mandi, kan? Ayo, masuk!"
Hot Chapters