Terjebak Gairah Siluman
Lincoolnpuisi senja menjelang malamrenungan sepertiga malamlirik sepohon kayu daunnya rimbunmenikungmu di sepertiga malam
Bekas cengkeraman kuku Durja yang mulai memudar menghiasi bahu dan punggungnya, memar keunguan yang tampak seperti karya seni gelap di atas kulit putih porselennya.
Ia berjalan menuju lemari pakaian besar di kamar Broto, mencari sesuatu yang bisa menampung hasratnya yang kini meluap-luap.
Pilihannya jatuh pada sehelai legging hitam yang sangat ketat. Kain sintetisnya begitu tipis hingga menyerupai kulit kedua, mencetak jelas setiap inci lekukan paha dan bokongnya yang kenyal. Tanpa pakaian dalam, Wulan membiarkan kain itu langsung bersentuhan dengan intinya yang masih basah dan sensitif.