Teka-Teki yang Disembunyikan Istriku
Namun, hal mengejutkan terjadi, saat Lira ingin melepaskan tangannya, Ibu terus menerus menggenggam.
"Mas, Ibu genggam tanganku erat," ucap Lira. Tangan Ibu menggenggam sangat kencang.
Kami menoleh ke kaca, di sana ada Mas Gani yang menunggu. Bibirku komat kamit menyuruh Mas Gani masuk tapi ia tidak menyadari.
"Dilepas, nggak bisa?" tanyaku.
"Nggak bisa, Mas, erat sekali, tenaga Ibu kok bisa sebesar ini? Padahal matanya juga terpejam," ucap Lira.