Kelana Nirbatas
Niskala bukanlah orang asing lagi bagi sebagian besar warga desa, ia dikenal sebagai seorang putri raja yang tersesat di negeri antah berantah, hari-harinya selalu dijaga oleh seorang kesatria, namun dalam hal ini, kesatria yang dimaksud bukanlah seorang perwira gagah perkasa yang menunggang kuda, melainkan hanya pemuda biasa penunggang sepeda bernama Antariksha.
“Ah, syukurlah. Sebenarnya saya agak khawatir melihat dia, gelagatnya mirip seperti ‘hari itu’, ngerti awak?” tanya Koh Banar tanpa sedikit pun canda di dalamnya.
“Ah, iya Koh, ngerti,” jawab Rawa yang juga menjadi lebih serius.
“Masih untunglah kali ni cuma masalah perempuan je, masih cetek itu, tapi lebih elok awak temani lah dia
Chapitres populaires