Cinderella Tanpa Sepatu Kaca
Lembayung hanya mengedikkan bahu, masih dengan kedua mata tertuju pada halaman buku di pangkuannya.
"Kamu tahu, Yung? Aku melawan gengsi dan malu untuk menghubunginya duluan, tapi dia benar-benar merespon tiga hari kemudian. Bayangkan, enam hari jika dihitung sejak dari dia ke sini. Itupun dengan gaya angkuh dan menyebalkannya dulu. Siapa yang nggak kesal coba?"
Lembayung akhirnya mengalihkan pandangan dari bukunya, lalu berpaling pada sang kakak.