Si Lesung Pipi
Kami sama-sama terdiam sebentar, walau sebenarnya aku sedang berusaha mencari-cari topik pembicaraan.
“Kakak kok gak ikut latihan?” Tanyaku basa-basi dengan suara yang sedemikian rupa diatur agar tidak terdengar gugup. Akhirnya aku berhasil juga.
Dia menoleh, memperlihatkan lagi lesung pipinya yang ternyata bila dilihat dari dekat, lesung pipi itu sangat nyata. Ini sangat nyata. Dengan kesadaran luar biasa aku mengabadikan moment ini, karena ternyata ini pertama kalinya aku melihat lesung pipi itu dari jarak yang dekat. Harum parfumnya menjadi faktor sekunder yang menyempurnakan moment ini. Aku melayang.