Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
My Sugar Daddy is a Monster

My Sugar Daddy is a Monster

Seuntai garis melengkung keatas keluar dari ujung bibirnya. 'Pahit' Batinnya. Author POV ***
10139.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai lesung di bawah bibir
Baca
+Pustaka
Arabella Milik Sang Mafia

Arabella Milik Sang Mafia

Cup. Bibir Damnatio pun akhirnya menempel dengan bibir Lexie, dapat Damnatio hirup aroma bibir gadis cantik itu dan dapat Damnatio rasakan bagaimana lembut, creamy dan manisnya bibir Lexie yang sudah lama dia incar dan impikan.
1013.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 410 kali sebagai lesung di bawah bibir
Baca
+Pustaka
JARUM PERAK DEWA MEDIS: Kebangkitan Lin Xuan!

JARUM PERAK DEWA MEDIS: Kebangkitan Lin Xuan!

Senyum tipis yang hampir tak terlihat muncul di sudut bibirnya. Drama malam ini, tampaknya akan mencapai puncaknya.
1020.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 755 kali sebagai lesung di bawah bibir
Baca
+Pustaka
Bara di Hati Mikha

Bara di Hati Mikha

"Bar, bibir kamu bengkak itu. Aduh, Gimana nanti kalo orang-orang pada lihat ada yang aneh sama bibir kamu?" "Aku milih punya bibir bengkak daripada enggak dapat ciuman pagi dari kamu." "Ya tapi 'kan malu." "Enggak, aku enggak malu kok, Yang. Udah, ya enggak usah mikirin itu. Sekarang kita pakai baju dulu terus turun."
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai lesung di bawah bibir
Baca
+Pustaka
PANGGUNG HEBOH

PANGGUNG HEBOH

“Tetooot!” “Apa dong?” “Kamu nggak tau obat untuk bibir yang berdarah?” “Nggak. Apa tuh?” “Dicium.” “What?” “Kamu nggak salah dengar.” “Jadi obatnya adalah dengan dicium?” “Iya.” Diam sejenak. BJ terlihat tersenyum-senyum dengan bengal sampai kemudian Lichelle memberi jawaban yang diluar dugaan BJ.
7.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 278 kali sebagai lesung di bawah bibir
Baca
+Pustaka
Dia yang Menghilang di Hari Lamaran

Dia yang Menghilang di Hari Lamaran

Namun, tanpa kuduga, wajahnya terlalu dekat denganku hingga bibir kami tinggal berjarak satu senti saja. “Tapi aku seneng, tadi kamu udah bilang isi hatimu yang sebenernya. Riza itu bukan apa-apa, kan, kalau aku kembali?” Lesung pipinya terlihat lagi saat ujung bibirnya terangkat. Aku menahan napas, sibuk mengontrol degup jantung karena posisi kami. Lidahku kelu walau hanya untuk mengiakan.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai lesung di bawah bibir
Baca
+Pustaka
Bukan Perawan Tua

Bukan Perawan Tua

Sepertinya otakmu sudah terkontaminasi dengan tingkah absurd Rafael. "Itu ada nasi di bibir lo. Makan pelan-pelan aja lah. Nggak ada yang minta juga," ucapnya sembari mengambil sesuatu dari bibirku. Tenang jantung, jangan bikin onar di saat aku lagi makan. Tenang! ***
1028.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 693 kali sebagai lesung di bawah bibir
Baca
+Pustaka
Satu Malam Lagi, Mantan Suami!

Satu Malam Lagi, Mantan Suami!

Tapi di sisi lain, gue nggak rela kalau dia harus manja atau hidup bersama pria lain. Gue kembali membungkuk, kali ini memangut bibirnya lebih dalam. Persetan kalau dia kebangun. Memangnya dia pikir gue bisa menahan diri kalau dia seksi gini? Chamomile, strawberry, yupi. Bibir Lula manis banget, gue menyesap bibir bawahnya, dan Lula mendesah... “Ah.” Brengsek! Tubuh gue langsung bereaksi.
107.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 277 kali sebagai lesung di bawah bibir
Baca
+Pustaka
DOSEN Itu, IBU ANAKKU

DOSEN Itu, IBU ANAKKU

Hening. Tangannya terangkat pelan, jemari menyentuh bibirnya sendiri. Ia bisa masih merasakan sisa kehangatan dari ciuman tadi. Rasa itu menolak hilang, menempel erat. Tanpa sadar, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum samar. Bodoh… batinnya berbisik, entah pada dirinya atau pada Kanz. Tiba-tiba—tok tok tok!
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai lesung di bawah bibir
Baca
+Pustaka
MENIKAH SIRI DENGAN TUAN PENGACARA

MENIKAH SIRI DENGAN TUAN PENGACARA

"Bagaimana rasanya mencium bibir menggoda ini. Apa kamu tahu, setiap kali kamu membuka mulut untuk bicara padaku, yang aku pikirkan adalah seperti apa rasanya bibir tipis ini," Layla merasakan merinding begitu napas hangat disemburkan ke arah sisi lehernya. "I--Itu...." "Apakah boleh?" Sepasang mata mereka saling bertatapan satu sama lain. Hansen bertanya dengan nada mendesak dan Layla tak punya kesempatan untuk berkata tidak. Akhirnya, dia hanya memberinya izin atas niatannya yang baru terucapkan. Melihatnya mengangguk, Hansen langsung menyambar bibir mungil itu yang terasa hangat, lembut dan harum pasta giginya menguar.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai lesung di bawah bibir
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status