Selubung Memori
“Kalau tim medis tidak bisa membantu, aku juga tidak bisa. Kalau memang bisa, aku pasti sudah membantu.”
“Duh, hei, aku tidak bermaksud memojokkanmu,” sergah Lavi, menarikku ke bahunya. “Jangan mulai berpikir begitu. Aku minta bantuan soal Profesor Merla, bukan Layla. Kalau yang itu, aku yakin kau bisa membantunya. Bahkan hanya kau yang bisa.”
“Bohong. Semua orang juga bisa membantunya,” timpalku.
Hot Chapters