Mas Bram, Besok Kita Bercerai
"Aku cuma ngasih syarat. Lagian, lucu banget, kalian yang butuh bantuan, tapi kalian yang ngatur harganya."
"Run, jangan bawa-bawa cerai dong," rengek Lina, mulai panik lagi.
"Sekarang posisinya jelas," ucap Aruna, menatap Bram dan Lina bergantian seperti seorang hakim yang sedang membacakan vonis. "Mas Bram ceraiin aku atau kedok kamu kebongkar."
Lina membelalakkan matanya, ngeri membayangkan skenario kedua. "Kamu mau ngapain kalau Gilang dateng?!"