Liara
Terlebih, ada Hagan yang bersikap seolah sangat menginginkan makhluk itu dibiarkan berkembang dan hidup.
Dilema, gamang, kecewa, takut, sejak tadi Liara hanya bolak-balik mengubah posisi berbaring. Tadinya telentang, sekarang tidur dengan sikap miring. Masih tidak nyaman, ia menghadapkan dada ke atas sofa. Namun, segera bangun dan duduk, karena mengingat di perutnya ada sesuatu yang juga hidup.
Perempuan dengan terusan hitam selutut itu mendesah lelah di atas sofa. Duduk bersila, menengok layar hitam TV dengan tatapan menerawang.
Hot Chapters