Menantu Sultan
Jalu mendekat,
“Kamu enggak sendiri Citra, ada aku.. ada Martha, bu Laksmi. Kami semua peduli sama kamu, kami menyayangi kamu.”
Citra mendelik, “Peduli padaku? Menyayangi aku? Dengan cara menipuku, begitu?”
“Kamu enggak paham Citra, bukan begitu.. kelihatannya kami jahat banget di matamu.”
“Memang. Mana ada orang yang peduli padaku bisa-bisanya berpura-pura tak mengenal aku, lalu pura-pura baik dan peduli.. pura-pura mencintai aku.” Kalimat terakhir yang Citra ucapkan sedikit lemah.
Sikat na Kabanata