Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pesona Istri yang Tak Dianggap

Pesona Istri yang Tak Dianggap

ujar Talita. “Memangnya harus berubah? Untuk apa?” “Mbak, jaga kesehatan, aku pamit pulang, kasihan ibu menunggu sendiri di ruang tunggu, assalamualaikum,” ucap Talita, ia tidak menyahut, ia bahkan marah-marah. *
9.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 299 kali sebagai liat muka gue peduli tidak
Baca
+Pustaka
Ketika Suami Tak Lagi Peduli

Ketika Suami Tak Lagi Peduli

Karenanya, Linda merasa kesal dan tersaingi oleh kehadiranku. “Aku seorang single mother, jadi kamu tidak perlu khawatir. Ada lagi yang mau kamu tanyakan? Kalau tidak, aku akan kembali ke meja makan,” lanjutku dengan nada datar. “Tidak ada, Mbak, aku hanya ingin memastikan,” jawab Linda dengan tatapan sinis.
1038.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai liat muka gue peduli tidak
Baca
+Pustaka
Doa Istri Pertama Mendatangkan Derita

Doa Istri Pertama Mendatangkan Derita

“Nggak usah sok peduli sama aku. Pedulikan aja orang yang paling penting buat kamu.” “Kamu ngomong apa sih, Lin. Aku nggak mau ribut ya.” “Kenapa? Aku nggak salah ngomong 'kan? Kamu bahkan lebih peduli wanita itu daripada darah dagingmu sendiri. Ya, aku salah berpikir kalau kamu bahagia dengan kehadirannya. Setelah dia tidak ada, aku tertampar dengan kenyataan kalau kamu emang bener-bener nggak peduli.”
8.492.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai liat muka gue peduli tidak
Baca
+Pustaka
Petaka Chat Rahasia Suamiku

Petaka Chat Rahasia Suamiku

"Hahahaha ... kamu ini ada-ada aja. Gak mungkin saya malu gara-gara itu." "Kenapa?" "Karena ...." Dia menggantungkan kalimatnya lalu menatapku dalam, "karena kamu lebih berharga dibanding pendapat orang di luar sana. Benar, kan?" tanya Mas Satria sambil mengerling gemas. "Uhuk! Uhuk! Gombal terus." Aku spontan terbatuk mendengar pujian seorang Yuga saking geernya sementara pria itu hanya terkekeh peLan.
4.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai liat muka gue peduli tidak
Baca
+Pustaka
Jerat Pemikat

Jerat Pemikat

ucapku menjelaskan sebelum NOna Lisa bertanya lebih banyak lagi. “Dih, siapa peduli? Mau kamu telpon Syarifah Kek, Maemunah kek, Munaroh kek, memang apa peduli aku? Jalan sih! Bisa sampai maghrib kita di sini kalau dengerin ocehan kamu itu,” omelnya.
4.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai liat muka gue peduli tidak
Baca
+Pustaka
LUKA HATI WANITA YANG KAU SIA-SIAKAN

LUKA HATI WANITA YANG KAU SIA-SIAKAN

“Iya kamu benar,“ sahut Luan. Sesaat Luna diam. “Apa lebih kita melaporkan pada ketua RT untuk mengrebek Mas Arkan? Mengigat hal seperti itu masih tabu dan di anggap merusak moral apalagi mereka tinggal di pemukiman, lain hal jika tinggal di apartemen,” saran Alif. “Apa itu tidak terlalu brutal, Lif?”
109.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 368 kali sebagai liat muka gue peduli tidak
Baca
+Pustaka
Pengasuh Kesayangan Bujang Arogan

Pengasuh Kesayangan Bujang Arogan

Motor tetap tak bisa jalan. "Nginep, Mbak." Liana menyikut lenganku. Seperti biasa, aku dan dia memang paling malas ada acara nginep segala. Yang ada hanya akan mendengar celotehan nggak penting dari Budhe Umayah dan anak sulungnya itu. Membosankan. "Nggak ya, Pak. Kita pulang sekarang kan?" Aku menatap ke arah Bapak penuh harap.
1030.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 860 kali sebagai liat muka gue peduli tidak
Baca
+Pustaka
Kesempatan Kedua: Aku Tidak Mau Menikahimu Lagi!

Kesempatan Kedua: Aku Tidak Mau Menikahimu Lagi!

Kontak langsung yang terjadi dalam posisi dekat membuat semuanya jadi terlihat lebih jelas. “Bagaimana aku tidak mengetahui ini sejak dulu? Semua bukanlah tatapan kekhawatiran karena peduli, melainkan tatapan kekhawatiran karena takut niat jahatnya ketahuan,” batin Rani. “Bodoh sekali aku baru menyadarinya sekarang.” “Rani? Halo? Apakah kamu mendengarku?” tanya Lidia, sambil mengayunkan telapak tangannya di hadapan Rani.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai liat muka gue peduli tidak
Baca
+Pustaka
Siapa yang Peduli?

Siapa yang Peduli?

Seperti orang asing yang baru pertama kali bertemu padahal mereka ibu dan anak. Apa dia sudah bertindak terlalu jauh? Apa dia sudah mendorong Diana terlalu jauh? “Aku tidak menyalahkanmu.” Secercah harapan muncul di mata Mama. Tatapan mata yang tadinya hampir menggelap putus asa, dan patah hati itu kini menyala walau sedikit. “Kurasa harga dirimu yang masih terlalu tinggi untuk mengakui kalau hidupmu hancur karena seorang pria yang sudah kau beri segalanya.”
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai liat muka gue peduli tidak
Baca
+Pustaka
Kehidupan Edo yang Menakjubkan

Kehidupan Edo yang Menakjubkan

"Hmm? Apa maksudmu? Lina ini, kenapa butuh banyak usaha untuk berbicara?" Kak Nia bergumam sambil membalas Lina, "Aku nggak mau hmm, aku mau kamu memberitahuku dengan jelas, apakah kamu peduli padaku?" Biarpun aku tidak bisa melihat wajah Lina, aku tahu Lina pasti sangat malu saat ini. Lina akhirnya menjawab, "Aku peduli, Edo, aku peduli padamu." Kak Nia menjentikkan jarinya dan menunjukkan senyum bangga.
9.41.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47.4K kali sebagai liat muka gue peduli tidak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status