LETUP
Lama, sebelum ia akhirnya mengambil keputusan.
“Tiduran aja, La,” katanya, meraih selimut dari lemari. “Istirahat.”
Ini sudah malam. Menyuruh gadis itu beristirahat di kasurnya berarti membiarkannya bermalam hingga esok hari. Di sini. Di kamarnya. Zaki bimbang. Ia tidak tahu apakah keputusan yang diambilnya sudah tepat. Namun, melihat bagaimana Kaila begitu kesakitan, ia tidak sampai hati bahkan untuk sekadar membawa gadis itu memerangi dinginnya angin malam di jalanan demi mengantarnya pulang. Jadi, Zaki hanya berdoa banyak-banyak dalam hati agar jangan sampai ada yang mengetahui kehadiran Kaila dalam kamarnya malam ini.
Hot Chapters