Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bayangan Dalam Pandang

Bayangan Dalam Pandang

, kata Satoru-san, kemudian dia lanjut memberikan penjelasannya. “Glasses of Truth, bisa membantumu melihat shadow. Sampai detik ini, kamu hanya bisa melihat shadow yang benar-benar mengincarmu atau yang sangat dekat denganmu. Kalau kamu mengenakan kacamata itu, kamu bisa melihat mereka kapan pun yang kamu mau. Sedangkan Earings of Bravery, ketika digunakan bisa membuatmu tidak takut, meski dihadapkan dengan makhluk seseram apapun. Tetapi anting ini ada kekurangannya. Konon, dia agak sulit untuk dipakai sendiri. Cobalah.”, katanya.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai lihat bf
Baca
+Pustaka
Istri Kecil CEO Dingin

Istri Kecil CEO Dingin

lidah Bee terasa kelu saat melihat tatapan Bastian yang mampu membekukan indra penglihatannya. "Anu apa?" Bastian menyingkirkan anak rambut gadis itu dan menyelipkan ke daun telinganya. "Tuan, lepaskan aku!" Bee memberontak di atas perut laki-laki tersebut. Bastian mengeratkan pelukannya. Wajah Bee sudah memerah menahan malu. Jantungnya berdebar-debar, apa karena ini pertama kalinya dia dekat dengan seorang pria?
1036.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 914 kali sebagai lihat bf
Baca
+Pustaka
Balasan Istri Buta

Balasan Istri Buta

jawab Hana. ''Hastaga! Kenapa sembarangan seperti itu?" "Maaf, Mas. Mas tau kalau aku buta, seharusnya Mas jangan minta tolong sama aku." Hana pura-pura menangis. Bara hanya bisa mengeratkan giginya, dia sadar kalau istrinya buta dan tidak bisa diandalkan. Seharusnya tadi dia menelpon Bagas saja, bukan mengandalkan istrinya.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai lihat bf
Baca
+Pustaka
Sebatas Mimpi

Sebatas Mimpi

Renata terkekeh kemudian mengangguk beberapa kali tanda mengerti. Sekitar mereka berubah jadi kumpulan kabut putih, sampai akhirnya mulai jelas terlihat sebuah biang lala besar mirip seperti London eye telah ada di depan mereka berputar dengan cantik dalam suasana malam. Lampu-lampu di sekitarnya menyala indah. Renata tidak percaya ini bisa ia lakukan, sejak kecil ia ingin sekali merasakan naik London eye ketika melihat wahana bianglala tersebut dalam majalah luar negeri yang berada di toko buku orang tuanya.
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai lihat bf
Baca
+Pustaka
Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~

Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~

BAK (meninju mata kiriku) BUK (meninju mata kananku) BUK (meninju mata kananku) BUK (meninju mata kananku) BAK (meninju mata kiriku) BAK (meninju mata kiriku) BAK (meninju mata kiriku) BUK (meninju mata kananku) BAK (meninju mata kiriku) BUK (meninju mata kananku) BAK (meninju mata kiriku) BUK (meninju mata kananku) BAK (meninju mata kiriku) BUK (meninju mata kananku) BUK (meninju mata kananku) BUK (meninju mata kananku) BAK (meninju mata kiriku) BAK (meninju mata kiriku) BAK (meninju mata kiriku) BUK (meninju mata kananku)
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai lihat bf
Baca
+Pustaka
Menikahi Ayah Temanku

Menikahi Ayah Temanku

Keduanya berpadu elok meningkahi sinar keemasan matahari petang yang menyorot jumawa mendekat pada puncak bukit. “Sudah pasti paling cantik.” Brian ikut memandangi bunga aster yang diusap mesra oleh Sofia. “Entahlah, aku nggak pernah lihat. Tapi siapapun yang papa cintai pasti cantik.” Sofia menoleh melewati bahu. Tatapannya jatuh pada Brian yang masih melamun memandangi kelopak bunga. Dipandangi sedemikian, akhirnya Brian menyadarinya juga. Ekspresi wajahnya berubah cepat. Ia melotot galak pada Sofia dan mendecih kasar.
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai lihat bf
Baca
+Pustaka
Benci Berbuah Cinta

Benci Berbuah Cinta

seru William Randolph yang menarik tubuh Bella Saphira kedalam pelukan. Kedua mata Bella Saphira menatapi wajah William Randolph dengan tatapan penuh kebencian seperti sebelumnya. Dari tatapan mata Bella Saphira yang beriris hazel. William Randolph dapat melihat kebencian yang tertuju padanya yang merupakan kebencian yang tidak di buat-buat.
9.950.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai lihat bf
Baca
+Pustaka
Terjerat Hasrat Boss

Terjerat Hasrat Boss

Nara menarik kursi di samping kanan, lalu duduk sambil melihatku. "Gak masalah. Aku jabanin kalau itu mau Liam." Jawabku santai. Mataku masih menatap layar laptop sambil mengetik. Menyelesaikan naskah yang sudah lama pending. "Beneran gak papa? Itu tempat umum lho... ya walaupun merk-nya sekelas Victoria Secret atau selevel Pierre Cardin. Tetep aja BH ya BH." Aku terkekeh. "Gakpapalah. Hitung-hitung amal buat pemandangan gratis." Candaku. "Toh gak dipakek kan BRAnya? Cuma pegang doang kan?"
9.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 239 kali sebagai lihat bf
Baca
+Pustaka
Bukan Cinta Buta

Bukan Cinta Buta

Lo bisa datang, nggak? Sekalian makan siang bareng. Setelah membacanya, buru-buru dia mengetik balasan dan masuk ke kamar mandi. Tepat pukul sembilan dia keluar dari kamar, menemui Juna yang telah menunggunya, lengkap dengan tatapan dingin yang menusuk. “Kenapa baru bangun?” “Saya kelelahan.” “Makan!” Tami melihat piring berdisi roti bakar di atas meja makan dan mengambilnya. “Bu Fitri ke mana?”
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai lihat bf
Baca
+Pustaka
Hadirmu Menghancurkanku

Hadirmu Menghancurkanku

Lia tertunduk malu "iya memang jelek sekali, apalagi waktu menangisi Irwan" Sifat usil Brata keluar lagi. "Ih...kok jelek, Lia segera berkaca" Brata tersenyum "Gak lah bagiku kamu tetap cantik, lagi marah, lagi nangis, lagi senyum bahkan lagi melotot seperti itu pun cantik" Brata tersenyum melihat Lia yang melotot. "Ih.....kamu buat kesal ya" Lia mencubit Brata. Brata meringis kesakitan.
7.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 209 kali sebagai lihat bf
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status