Nafkah Sepuluh Juta Perbulan
Mas Dio merangkul kepalaku kepundaknya, sehingga aku pun menangis sejadi-jadinya kini.
"Sudah-sudah, jangan menangis lagi, Sayang. Malu dilihat orang," ujar Mas Dio lembut.
"Sudah ya, jangan menangis lagi!" Mas Dio mengusap air mata di pipiku dengan lembut dan penuh kasih sayang. "Tadi kalian mau kemana memangnya, kok malah keluar hotel?" tananya penasaran.
"Aku dan Dita kelaparan, kita mau cari makan, karena uang yang kupegang tinggal lima puluh ribu saja," terangku.
Hot Chapters