Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
TimeLess

TimeLess

Nona Selly dengan ramah melayani Keiko, dan menunjukkan kamar Keiko. "Baik Nona Allen, di asrama ini, satu kamar dihuni oleh dua orang. Dan ini adalah peraturan dalam asrama ini. Aturan disini sangat ketat, dan setiap pelanggaran akan mendapat poun pinalty. Jika poin pinalty mencapai 100 poin, makq denganterpaksa harus meninggalkan asrama ini." Ucap Nona Selly dengan ramah dan tegas. " Baik, terima kasih Miss. "Ucap Keiko.
9.95.1K viewsCompletedAdded to Library 177 Times as limit 2x
Read
+Library
Terjebak Cinta Tuan Arogan

Terjebak Cinta Tuan Arogan

kata Max tetap menaruh kartu hitam itu di tangan Maureen. Sedikit meringis hati Maureen, tapi inilah nyata. Tubuhnya adalah sebuah transaksi jual beli. "Kali ini limit aku tambah dua kali lipat jadi tiga milyar. Jangan sungkan untuk menghabiskan. Kalau kurang kau bisa langsung meminta lagi. Dengan catatan tentu saja kau mem serviceku sampai aku puas seperti biasa!" cetus Max tanpa urat rasa malu lagi ketika bertransaksi.
1.8K viewsCompletedAdded to Library 46 Times as limit 2x
Read
+Library
Two Times

Two Times

Layar ponsel ini juga jauh lebih besar. Namun entah mengapa aku bisa menggunakan benda yang ada di tanganku ini, seperti aku sudah biasa menggunakannya. Kulihat tahun yang tertera di layar ponsel itu. 2020 ??? Jadi saat ini aku berada di tahun 2020 ?? Bagaimana bisa ?? Bersambung..
8.69.0K viewsOngoingAdded to Library 234 Times as limit 2x
Read
+Library
Tingkat Dua

Tingkat Dua

Lanjutnya sebelum berdehem dan mencoba meredakan tawanya yang benar-benar mengganggu telinga. "Ini gue yang nggak tau apa-apa, apa gimana sih? Kalian berdua ada sesuatu? Kenapa gue ngerasanya kaya lagi ke gap jalan ama pacar orang ya?" Ucapnya sembari melirik ke arahku, yang dapat dengan jelas ku tafsirkan bahwa laki-laki berumur dua puluh dua tahun ini sedang meledek.
1.5K viewsOngoingAdded to Library 32 Times as limit 2x
Read
+Library
2'20

2'20

Darah di hidungnya masih tak berhenti bercucuran, sedangkan kesadarannya perlahan mulai mencapai ambang. “Tidurlah sebentar,” ucap Budianra pelan menepuk bahu Kintan sambil mengangguk menatap Ilyas untuk membantu gadis itu mengistirahatkan diri. Pria tua itu kembali mengepakkan sayapnya, mencoba melihat sejauh apa Kintan berhasil membuat jembatan raksasa dalam waktu satu menit. “Kira-kira hanya sekitar 20 kilometer,” gumamnya tanpa sadar. “Kita butuh sekitar 200-san kilometer untuk mencapai Lombok,” lanjutnya membatin bersamaan dengan Gandi yang sampai di ujung jembatan buatan Kintan, dan mulai melanjutkan pekerjaan itu.
1012.6K viewsCompletedAdded to Library 478 Times as limit 2x
Read
+Library
EX to NEXT 21+

EX to NEXT 21+

“Sebaiknya kau tahu batasanmu!” "Batasan?" tanya Evander dengan malas. "Ya, batasan!" Evander menatap Bianca. "Aku berhak mengejarmu dan kau berhak menolakku. Jadi, batasan mana yang kulanggar?" "Ini tempat bisnisku dan...." "Dan kau takut kehilangn pelanggan jika mereka tahu kau memilki kekasih?" tanya Evander dengan sinis, "dan, aku tidak mengerti kau terus bersikap antipati padaku."
10132.7K viewsCompletedAdded to Library 3.7K Times as limit 2x
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status