Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TimeLess

TimeLess

Nona Selly dengan ramah melayani Keiko, dan menunjukkan kamar Keiko. "Baik Nona Allen, di asrama ini, satu kamar dihuni oleh dua orang. Dan ini adalah peraturan dalam asrama ini. Aturan disini sangat ketat, dan setiap pelanggaran akan mendapat poun pinalty. Jika poin pinalty mencapai 100 poin, makq denganterpaksa harus meninggalkan asrama ini." Ucap Nona Selly dengan ramah dan tegas. " Baik, terima kasih Miss. "Ucap Keiko.
9.95.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai limit 2x
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta Tuan Arogan

Terjebak Cinta Tuan Arogan

kata Max tetap menaruh kartu hitam itu di tangan Maureen. Sedikit meringis hati Maureen, tapi inilah nyata. Tubuhnya adalah sebuah transaksi jual beli. "Kali ini limit aku tambah dua kali lipat jadi tiga milyar. Jangan sungkan untuk menghabiskan. Kalau kurang kau bisa langsung meminta lagi. Dengan catatan tentu saja kau mem serviceku sampai aku puas seperti biasa!" cetus Max tanpa urat rasa malu lagi ketika bertransaksi.
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai limit 2x
Baca
+Pustaka
Two Times

Two Times

Layar ponsel ini juga jauh lebih besar. Namun entah mengapa aku bisa menggunakan benda yang ada di tanganku ini, seperti aku sudah biasa menggunakannya. Kulihat tahun yang tertera di layar ponsel itu. 2020 ??? Jadi saat ini aku berada di tahun 2020 ?? Bagaimana bisa ?? Bersambung..
8.68.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 229 kali sebagai limit 2x
Baca
+Pustaka
Tingkat Dua

Tingkat Dua

Lanjutnya sebelum berdehem dan mencoba meredakan tawanya yang benar-benar mengganggu telinga. "Ini gue yang nggak tau apa-apa, apa gimana sih? Kalian berdua ada sesuatu? Kenapa gue ngerasanya kaya lagi ke gap jalan ama pacar orang ya?" Ucapnya sembari melirik ke arahku, yang dapat dengan jelas ku tafsirkan bahwa laki-laki berumur dua puluh dua tahun ini sedang meledek.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai limit 2x
Baca
+Pustaka
2'20

2'20

Darah di hidungnya masih tak berhenti bercucuran, sedangkan kesadarannya perlahan mulai mencapai ambang. “Tidurlah sebentar,” ucap Budianra pelan menepuk bahu Kintan sambil mengangguk menatap Ilyas untuk membantu gadis itu mengistirahatkan diri. Pria tua itu kembali mengepakkan sayapnya, mencoba melihat sejauh apa Kintan berhasil membuat jembatan raksasa dalam waktu satu menit. “Kira-kira hanya sekitar 20 kilometer,” gumamnya tanpa sadar. “Kita butuh sekitar 200-san kilometer untuk mencapai Lombok,” lanjutnya membatin bersamaan dengan Gandi yang sampai di ujung jembatan buatan Kintan, dan mulai melanjutkan pekerjaan itu.
1012.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 474 kali sebagai limit 2x
Baca
+Pustaka
Test Book

Test Book

Penapika12268
Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai limit 2x
Baca
+Pustaka
EX to NEXT 21+

EX to NEXT 21+

“Sebaiknya kau tahu batasanmu!” "Batasan?" tanya Evander dengan malas. "Ya, batasan!" Evander menatap Bianca. "Aku berhak mengejarmu dan kau berhak menolakku. Jadi, batasan mana yang kulanggar?" "Ini tempat bisnisku dan...." "Dan kau takut kehilangn pelanggan jika mereka tahu kau memilki kekasih?" tanya Evander dengan sinis, "dan, aku tidak mengerti kau terus bersikap antipati padaku."
10126.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai limit 2x
Baca
+Pustaka
Dompet Tak Terbatas

Dompet Tak Terbatas

Dimas langsung mencari manajer cabang. Dengan ransel di punggung, ia berjalan menuju ruang manajer dan mengetuk pintunya. Ada dua hal yang ingin ia lakukan hari ini: 1. Menyetor uang tunai, 2. Menaikkan limit transaksi kartu debitnya. Limit kartu debitnya saat ini hanya Rp5.000.000 per hari, jelas tidak cukup untuk semua rencananya, jadi ia ingin langsung berbicara dengan orang berwenang.
3.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai limit 2x
Baca
+Pustaka
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status