Kembalilah Padaku
Kebaikannya begitu tiba-tiba sampai membuatku terbata-bata.
“Kelihatannya, cuaca yang tidak bisa diprediksi di Surabaya telah mempersiapkan aku dengan baik,” katanya, mengisyaratkan payungnya. Dia tersenyum sekarang. Ujung bibirnya sedikit menaik, tapi tidak cukup sampai bisa dikatakan senyuman.
“Keuntungan yang tidak diduga,” kataku, tersenyum berterima kasih juga.
“Ini, pakai saja payungnya. Sepertinya hujannya akan berlangsung cukup lama,” katanya, menawarkan payungnya padaku.
Capítulos Populares