Filtrar por
Estado de actualización
TodoEn cursoCompletado
Ordenar por
TodoPopularRecomendaciónCalificacionesActualizado
Perselingkuhan di Siang Hari

Perselingkuhan di Siang Hari

Mereka duduk berdampingan, wajah sama-sama berseri, jemari saling mengait erat—seolah dunia memang sengaja menyempit agar hanya ada mereka berdua di dalamnya. Di luar, Dewi masih berdiri terpaku. Payung di tangannya terlepas begitu saja, jatuh membentur trotoar yang basah. Tatapannya kosong, mengikuti bus yang perlahan menjauh. Dengan gerakan datar dan nyaris tanpa tenaga, ia memungut payung itu kembali. Langkahnya tak tentu arah, sedikit limbung, membiarkan sisa hujan meresap ke bajunya. Payung itu digenggam dalam keadaan tertutup—bukan lagi sebagai pelindung, melainkan benda mati yang ikut menyerap dingin dan kecewa di dadanya. -
102.6K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 55 veces como lirik bagi payung
Leer
+Biblioteca
FWB (Friend with Bonus)

FWB (Friend with Bonus)

Giva benar-benar tidak kuat. "Giva, bangun, Giva!" ^^^^^ Sore itu gerimis, aroma tanah yang basah dan kesenduan menyeruak. Payung itu bukan berwarna hitam melainkan biru. Tidak ada jalan yang timpang, meski tak juga berjalan dalam ritme cerah. Selalu begitu, kan?
102.7K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 90 veces como lirik bagi payung
Leer
+Biblioteca
Pembalasan sang Istri Tertindas

Pembalasan sang Istri Tertindas

"Hujan terlalu deras, pakai saja dulu." "Baiklah," jawab Arya. Begitu payung terangkat ke atas kepala, keduanya langsung merinding saat melihat ternyata gambar di dalam payung itu berubah tergantung dari sudut pandangnya. Saat payung dinaikkan, gambar Zion yang tadinya normal langsung menjadi gambar Zion sedang mengayunkan sabuk kulit dengan liar.
9.4935.3K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 30.9K veces como lirik bagi payung
Show Reviews (192)
Leer
+Biblioteca
namanya
serius ini ga ada lanjutannya? mba penerjemah.. tolong lanjutin lagi ya updatenya kalau ada.. sapa tau penulis aslinya trus hidup lagi gitu... kalau menurutku novel ini masih ter the best deh di GN ini. jadi sayang kalau berhenti ditengah jalan gini... tinggal dikit kayanya... plis lanjut lagi yuk..
Jesi Sanctuary
Kak Danira, ini bener-bener plotwist, lovee banget! Izin promosi yaa kak hihi buku-ku; "Pernikahan Dadakan dengan Mantan" Yuk ketemu dengan Rajendra dan Karuna—dua mantan dengan masa lalu yang belum benar-benar selesai! Thank you so much, Kak! Sukses selaluu<3
Read All Reviews
Kembalilah Padaku

Kembalilah Padaku

Kebaikannya begitu tiba-tiba sampai membuatku terbata-bata. “Kelihatannya, cuaca yang tidak bisa diprediksi di Surabaya telah mempersiapkan aku dengan baik,” katanya, mengisyaratkan payungnya. Dia tersenyum sekarang. Ujung bibirnya sedikit menaik, tapi tidak cukup sampai bisa dikatakan senyuman. “Keuntungan yang tidak diduga,” kataku, tersenyum berterima kasih juga. “Ini, pakai saja payungnya. Sepertinya hujannya akan berlangsung cukup lama,” katanya, menawarkan payungnya padaku.
9.286.8K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 2.3K veces como lirik bagi payung
Leer
+Biblioteca
Jodoh Jebakan Dari Opa

Jodoh Jebakan Dari Opa

katanya sambil menunduk agar payungnya cukup melindungi mereka berdua. Sangking semangatnya kebablasan, payung itu malah miring ke depan, menumpahkan air hujan tepat ke kepala Anaya. Anaya mematung, rambutnya basah kuyup. “Mas Rakaaaaa....bisa mayungin nggak sih, kalau gini buat apa pake payung kan ...” “Eheh... padahal tadi pengen romantis, saset. Kayak adegan slow motion waktu hujan turun, eh malah kamunya kebasahan”
101.5K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 52 veces como lirik bagi payung
Leer
+Biblioteca
LOVE THE LAW

LOVE THE LAW

Tulisannya rapi, berisi puisi pendek. (‘Jika kau adalah badai, biarlah aku payung yang goyah, bukan pelindung, hanya penenang.’) Ia tahu siapa penulisnya. Dan malam itu, ia membalas. Menyusupkan secarik kertas ke balik buku yang sering dibaca Ainsley: ‘(Kau bukan payung, Ai. Kau pelangi setelah ribut. Jika aku badai, kau alas yang tak mau runtuh.’)
992 vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 36 veces como lirik bagi payung
Leer
+Biblioteca
Berpisah Untuk Bersatu

Berpisah Untuk Bersatu

"Nggak ada yang ketinggalan, kan?" "Nggak, Ma!" kompak, mereka menjawab. Aku mengangguk, tersenyum lebar. Selebar sayap-sayap kehidupan yang mengembang, siap terkepak. Good bye, my pasti! Hello, assalamu'alakum, my future. It's me, Payung Teduh!
1014.0K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 390 veces como lirik bagi payung
Leer
+Biblioteca
D E K A P

D E K A P

Tempuhlah, hadapilah, Hujan dan badai hanya sementara, Tunggulah pelangi yang mempesona, Kan datang dan menampakkan muka, Untuk kau si pejuang asa. Teruntuk diriku, (cr : https://www.hipwee.com/narasi/teruntuk-diriku-terimakasih-sudah-tangguh-dan-bahagia/)
107.2K vistasCompletadoAñadido a la biblioteca 144 veces como lirik bagi payung
Leer
+Biblioteca
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Baraka membatin, "Ngapain mau tarung pakai melangkahi mayat orang mati dulu? Hapsari bermaksud sesumbar apa memang bego sih. Mestinya kan 'Langkahi dulu mayatku', gitu. Baru namanya sesumbar penuh tantangan! Ah, masa bodolah. Yang penting aku menunggu hasil akhirnya saja. Siapa dari mereka yang menang dan bisa bawa kabur aku. Harapanku sih Nyai Payung Cendana yang menang, tapi kalau memang Janda Keramat yang unggul ya apa boleh buat! Gimana nanti aja!" Gurunya si Bunga Taring Liar punya senjata antik, yaitu sebuah payung. Payung itulah yang ada di punggungnya dalam keadaan menguncup, punya tempat sendiri seperti tempat pedang. Gagangnya yang nongol lewat pundak itu mirip gagang pedang. Ketik
1030.5K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 701 veces como lirik bagi payung
Leer
+Biblioteca
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

Jegag-jegug baungan kidul ratan Jer sekar setaman nyi randa kalpika Jugrug ketaman wiriding alif Jaganana tha, nyai Jangkepe manungsa nora bandha donya Jeneh sira amemundhi memedi Jayanen kautaman Jatining janma amung wenang amarsudi Ja ngaya nggembol lali Syair yang memuat point randa atau janda itu dirasa Sarni Trilili nyenges dirinya. Ada rasa sir di hatinya. Sakit, agak sakit. “Kita pulang, Rip.” “Sebentar, Mbakyu. Biar mereka makan kaca dulu.” “Lho, ini bukan jaran kepang atau jathilan.” Surip Sasawati ngeyel, “Tapi di desa ‘be’ tadi siang mereka ngremus kaca, kok.”
1.6K vistasEn cursoAñadido a la biblioteca 62 veces como lirik bagi payung
Leer
+Biblioteca
ANTERIOR
123456
...
10
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status