Malam Terakhir di Singgasana
Vionaseribu satu malamrenungan sepertiga malamtek lagu akhir sebuah ceritalirik surat terakhir tasya rosmala
Ucapnya sambil menutup pintu dan pergi.
Lyra menggenggam bola kertas itu erat-erat, jantungnya berdebar kencang, dia berlari ke balik pintu, menyandarkan punggungnya ke pintu, dan membuka bola kertas itu dengan tangan gemetar.
Hanya ada empat huruf dengan goresan tegas dan penuh semangat, [Hatiku setegar batu karang!]
Tenggorokan Lyra tercekat, dan air matanya pun mengalir deras.