Istriku, Jangan Lari Dariku
Membersihkan batu nisannya, menyingkirkan dedaunan, menyalakan dupa dengan tangan yang gemetar, seolah hanya itulah cara yang tersisa baginya untuk menebus semua kesalahan yang tak sempat ia perbaiki.
Esme tidak menutup buku itu.
Tangannya tetap berada di sana, jari-jarinya menekan kertas yang terasa dingin, sementara air mata jatuh satu per satu, membasahi tulisan yang tidak pernah dimaksudkan untuk membuatnya menangis—namun tetap melakukannya.
…..
‘Untuk wanita yang paling aku cintai, Song Woyou.’
Kalimat itu seperti terpatri di ingatan Jason dengan sangat kuat. Kalimat yang berada di barisan paling atas, yang paling sering diulang di setiap lembarnya.
Hot Chapters