Ifat
Bayangan Ayah, Ibu, Ainun, Kassandra dan sadarku selama ini tak pernah mendoakan mereka.
Tanpa terasa, semuanya berlalu dengan begitu cepatnya. Hingga kemudian adzan Isya pun berkumandang. Bersamaan dengan itu, aku mengepalkan sebelah tanganku dan mengangkatnya ke arah bulan.
Lalu seakan-akan aku melepaskan sesuatu, aku pun membuka kepalan jari-jari tanganku.
“Ya Allah, terima kasih atas semua pertolongan dan kasih sayang-Mu. Malam ini, aku kembalikan bulan yang dulu kupinjam.., aku kembalikan ia pada tempatnya semula..”
Hot Chapters