SELALU SALAH
Mas Adit tak menyerah membangunkanku.
"Hem..., bentar, Mas," ucapku sambil terpejam.
"Nanti kesiangan, lho."
"Masih dingin, Mas...."
"Lima menit aja, ya?"
"Heem...." aku tak benar-benar sadar sedang bicara apa.
"Reina Sayang, ini sudah lewat lima menit, lho," Mas Adit mengacak rambutku.
Hot Chapters