Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
CATATAN UNTUK SENJA

CATATAN UNTUK SENJA

"Cuman karena kamu nggak mau dijodohkan, kamu sampai menjual harga diri kamu ke cowok asing? Senja, ingat baik-baik pesan Ibu. Sampai kapan pun, kamu sebagai cewek jangan pernah sekali-kalinya, menjual atau menjatuhkan harga diri kamu sendiri. Ke cowok lain, bahkan di depan cowok lain sekali pun." "Iya, Bu. Senja akan ingat itu, sekarang Senja menyesal," ucap Senja murung. "Derajat cewek itu harus lebih tinggi dari cowok, dan jangan sampai kamu merusak nama baik Ibu. Dengan cara, kamu menjual harga diri kamu sendiri." Mawar melipat tangannya, ia membuang muka dari Senja. "Yaampun, Ibu. Senja, nggak mungkin kaya gitu. Dan, jangan sampai Senja kaya gitu, Bu."
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai lirik harga diri
Baca
+Pustaka
Balas Dendam Sang Pendamping Setia

Balas Dendam Sang Pendamping Setia

“Tapi kamu punya hak punya pendapat sebagai orang cerdas dan jujur.” Dina menarik napas. “Menurut saya... harga diri itu kemewahan. Hanya bisa dimiliki saat kita berada di atas. Tapi saat kita sedang jatuh, harga diri bisa jadi justru yang menghalangi kita untuk selamat.” Untuk pertama kalinya hari itu, Galan tersenyum. “Kamu bijak sekali, Din.” “Atau mungkin saya cuma cukup jauh dari masalah ini untuk bisa berpikir jernih.”
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai lirik harga diri
Baca
+Pustaka
Harga Diriku Bernilai Lima Puluh Juta

Harga Diriku Bernilai Lima Puluh Juta

Meski demikian, perasaan sesak akibat kekecewaan yang mendalam itu masih memenuhi dada, membuat dirinya kesulitan untuk bernafas lega. 'Mungkin lebih baik aku pergi saja dari rumah ini. Meski pun harus keluar dari kandang macan dan kembali dimasukkan ke dalam kandang buaya, aku tidak masalah. Paling tidak, aku bisa menarik kembali harga diriku yang sudah lama terinjak-injak,' gumamnya dalam hati. Adira mengambil nafas panjang sebelum akhirnya memutuskan sesuatu yang akan mengubah jalan hidupnya.
107.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai lirik harga diri
Baca
+Pustaka
Kembar Dua: Ayah Mengejar Ibu Kembali Ke Dekapan

Kembar Dua: Ayah Mengejar Ibu Kembali Ke Dekapan

"Aku sungguh nggak ngerti apa yang kamu kejar. Apa harga diri begitu penting? Pindah keluar berarti kamu harus banting tulang sendiri, hidup susah payah, bahkan harus berpisah dengan anak-anak. Kamu dapat untung apa dari itu?" Nikki tetap menatap lurus ke depan, suaranya tenang. "Hidup manusia bergantung pada harga diri. Menurutmu itu penting nggak? Yang aku kejar adalah kebebasan untuk bernapas, kehidupan yang mandiri dan kuat." "Heh ...." Ejekan pria itu semakin jelas.
8.943.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai lirik harga diri
Baca
+Pustaka
PEREMPUAN MASA LALU

PEREMPUAN MASA LALU

Coba kau lihat dan dengar berapa banyak orang terluka atau kecewa bahkan mengakhiri hidup di dunia secara hina karena terlalu percaya atas ucapan cinta yang penuh dusta Nak, harga diri seorang laki-laki bukan terletak pada merknya dasi, juga kendaraan apa yang dia naiki, tetapi ketika dia sanggup menahan diri untuk tidak menyakiti. Harga diri seorang perempuan bukan terletak semahal apa pakaian yang dia kenakan atau semulus apa wajahnya perawatan tetapi ketika dia bisa membuat rumahnya menjadi surga yang nyaman. Oleh karena itu, tanamkanlah iman di hati yang terdalam agar engkau bisa mengendalikan ucapan dan tindakan sekalipun dalam kemarahan,” ucapku membaca kalimat dalam channel tadi.
1037.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai lirik harga diri
Baca
+Pustaka
Menjual Warisan Demi Harga Diri

Menjual Warisan Demi Harga Diri

Asih tak seharusnya mengharapkan pengertian dari pria yang tak akan pernah mengerti rasanya hidup di atas duri selama ini! "Kalaupun itu terjadi, aku tidak dirugikan, Arif," Asih membalas, suaranya sedalam jurang, matanya menyorot tajam tanpa gentar. "Berbeda dengan kalian yang selalu menjaga reputasi. Bagimu, harga diri seseorang sepertiku hanyalah setara dengan debu yang kotor. Jadi, apa pedulimu soal reputasiku?" Arif membalas tatapan Asih yang begitu berani, sebuah seringai tipis yang tadi menghiasi bibirnya kini memudar perlahan. Ada ekspresi yang sulit diartikan melintas di matanya.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai lirik harga diri
Baca
+Pustaka
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

Kalimat yang kutulis ringkas, padat, dan menusuk: Aku adalah puisi yang hanya bisa dibaca, Bukan untuk disentuh jari-jari dunia. Namaku: Harga Diri. Tempatku: Keheningan yang sunyi. Di sinilah aku, tak bertamu, tak menemui. "Ck.. ck.. Aku kira puisi dahsyat apa, ternyata cuma begitu? Biasa saja," cibir Bonaga sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia tampak cemas, takut kalau-kalau puisi sesingkat itu akan ditolak mentah-mentah dan membuat kami jadi bahan tertawaan seisi ruangan.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai lirik harga diri
Baca
+Pustaka
SETELAH AKU HANCUR AKU MEMILIH HIDUP DAN MENCINTAI LAGI

SETELAH AKU HANCUR AKU MEMILIH HIDUP DAN MENCINTAI LAGI

Dan aku? Aku baru membangun panggungku sendiri. Ini bukan cerita cinta. Ini cerita tentang harga diri. Tentang bangkit dari tanah. Tentang suara yang tak lagi ditelan diam. Jika ada yang bertanya siapa Nadia Azzahra hari ini? Maka jawabanku: Aku adalah suara dari luka yang tidak lagi takut berdarah.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai lirik harga diri
Baca
+Pustaka
Mati Untuk Hidup

Mati Untuk Hidup

Ibuku menangis untuk kesulitan kakakku, aku menangis karena dipaksa oleh keluargaku. Kami menangis dengan cara yang aneh, tanpa suara, hingga mobil di belakang menyalakan lampu dan menerangi kami. Begitu tahu kami dilihat orang, aku merasa sangat malu, namun ibuku terus berpegang pada tubuhku dan tidak mau berdiri. "Aku akan memaafkan dia, sekali saja." Aku terpaksa melakukan itu. Satu kali berkompromi, pasti akan ada yang kedua. Ibuku tetap mahir berlutut, demi uang, dan tetap mengorbankan harga diri.
7.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 284 kali sebagai lirik harga diri
Baca
+Pustaka
Hati yang Terikat Takdir

Hati yang Terikat Takdir

“Aku tak akan pernah datang padamu, Fajar. Kau mungkin telah menghancurkan semua yang telah kubangun, tapi aku masih memiliki harga diriku. Aku tak akan pernah tunduk pada permintaanmu, tidak setelah semua ini.” Fajar tersenyum dingin, seolah sudah mengantisipasi jawaban itu. “Kalau begitu, kau akan berakhir di tempat yang layak untuk orang sepertimu—di bawah, tanpa apa pun. Dan lihat saja, Rendra, apakah harga diri itu akan memberi makanmu atau menyelamatkanmu dari kehancuran.” Setelah berkata demikian, Fajar berbalik dan meninggalkan ruangan, meninggalkan Rendra yang terdiam dalam kepedihan dan kemarahan yang membara.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai lirik harga diri
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status