Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Lima Tahun Tanpa Nafkah

Lima Tahun Tanpa Nafkah

Kala terkekeh-kekeh melihat Garwita kembali manyun, tapi wajah sedihnya sesaat tadi mulai luntur. "Makanya pose, dong!" titah Kala memberi aba-aba dengan hitungan satu sampe tiga. Kali ini Garwita merasa puas, karena senyum di dalam foto itu terlihat manis dan tidak sekonyol tadi. "Iya-iya deh, si paling cantik," balas Kala sewot ketika Garwita membanggakan fotonya. Garwita jadi tertawa dan mencubit pundak Kala karena merasa gemas.
104.7K viewsCompletedAdded to Library 113 Times as lirik kala
Read
+Library
Kembalinya Duchess Muda

Kembalinya Duchess Muda

Kalista menjawab dengan bahasa formal yang sopan. “Oh..” “Bisakah kau menjelaskannya kepada kami?” si kakek tua kembali bertanya. “Apa yang saya lihat dan rasakan adalah ilusi yang dibuat sedemikian rupa supaya mirip dengan aslinya.” jawab Kalista. “Jika kau tahu itu ilusi, kenapa kau tidak menghancurkannya saja?” tanya si kakek tua. “Karena itu adalah jawaban saya.” balas Kalista.
107.1K viewsCompletedAdded to Library 232 Times as lirik kala
Read
+Library
Kau Lah Takdir Ku

Kau Lah Takdir Ku

Apa kah dia pernah trauma dengan namanya wanita ? Pras terdiam tak bisa menjawab atau membantah perkataan yang Aldo katakan tadi. Di tambah perkataan Edel tempo hari masih terkam jelas di telinganya. " Cara menyembuhkan mu itu cuman satu, Pras. Yaitu dari dalam diri mu sendiri bukan dari orang lain sebenarnya. " ucap Aldo lagi pada Pras. " Wanita itu hanya jembatan untuk menyadarkan mu saja. Kalo lubang surgawi lebih nikmat dari pada lubang neraka " ucap Aldo lalu menyeruput minumannya.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 37 Times as lirik kala
Read
+Library
Mr. Fragrant and Me

Mr. Fragrant and Me

Ucapnya lalu berlalu begitu saja meninggalkan Kala dan dosen wanita itu berdua. “Kamu, siapa nama kamu?” Tanyanya. "Bagus ya hari pertama ngampus udah telat aja." “Kalandra Elian, Bu.” Jawab Kala pelan. “Kamu di kelas ini?” Tanya dosen itu lagi dan disambut dengan anggukan Kala. “Jadi gimana bisa sampai ke sini sama Jevano? Kamu pacar dia?" Kala mengulum senyumnya dan menggeleng secara bersamaan, “Tadi saya gak sengaja nyasar ke ruang musik, jadi dianterin sama Kak Jevan.”
102.6K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as lirik kala
Read
+Library
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

"Mumpung sudah terjadi, Ginos, aku akan mengatakan yang sebenarnya." "Kakak Ipar selalu menindasku. Dia menyebarkan skandal kalau aku sebagai pelakor dan hampir menghancurkan karierku. Dia selalu memarahiku, mendorongku jatuh dari lereng bukit dan menghasut penggemar untuk membunuhku..." "Aku juga manusia. Aku merasa tidak nyaman dan marah, jadi aku sengaja mengucapkan kata-kata itu untuk menyinggungnya."
17.2K viewsCompletedAdded to Library 498 Times as lirik kala
Read
+Library
Kita yang Terluka

Kita yang Terluka

Nasib … nasib …. Masa lalu Indra bisa dibaca di ceritaku yang berjudul “TITIK NADIR SANG PENDOSA.” *Pian handak kemana? Handak dicari akan taksi kada? = Kamu mau kemana? Mau dicarikan taksi atau tidak? *Kada usah, Cil, sudah ada yang handak meambili. = Tidak usah, sudah ada yang menjemput. *Bungas banar = Cantik sekali.
1017.6K viewsOngoingAdded to Library 686 Times as lirik kala
Read
+Library
Istri yang Tak Kau Harapkan

Istri yang Tak Kau Harapkan

tanya Kai saat lagi-lagi Kristal memutar ulang lagu duet Hafi dan Fioletta tersebut. “Liriknya bagus, aku suka.” Kristal menjawab sambil menoleh pada Kai yang menurutnya terlihat tampan saat sedang menyetir. “Dan di sini Hafi, tuh, kayak… apa, ya? Beda banget.” Kai mengerutkan keningnya, tidak mengerti. “Beda?”
105.5K viewsOngoingAdded to Library 136 Times as lirik kala
Read
+Library
Kau Lukai Aku, Kubuka Aibmu

Kau Lukai Aku, Kubuka Aibmu

Pov Hanifah "Kak." "Kak Hani!" Dina terus saja memanggilku setelah aku keluar dari pintu rumahnya, tapi kuabaikan. Aku terus berjalan menuju gerbang keluar dari rumah ini. "Kak Hani!" Kepalaku refleks menoleh ke asal suara yang memanggilku tersebut. Dina. Dia menghampiriku. "Ayolah Kak, jangan menyerah. Kakak tetap di sini untuk mempertahankan Mas Akbar. Please …." rengeknya manja seperti biasanya saat dia ingin sesuatu dariku. Namun sayangnya telat, Din.
1070.8K viewsOngoingAdded to Library 2.6K Times as lirik kala
Read
+Library
Kamalila (Kama & Kalila)

Kamalila (Kama & Kalila)

"Tidak perlu Ra, aku-" "Kamu gak bisa menolaknya Kal, aku sudah membuat pas untuk kita bertiga!" Kalila sekali lagi melirik Kama yang juga tengah menatapnya melalui kaca, lalu anggukan Kama beri membuat Kalila mendesah lega dan memberi senyumnya pada Clara yang sontak saja memekik senang. **
103.1K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as lirik kala
Read
+Library
Menantu Terkuat Sang Presiden

Menantu Terkuat Sang Presiden

tanyanya, suaranya dingin dan mengintimidasi. Beberapa saat kemudian, para sipir berlarian masuk ke lapangan. Mereka menangkap Kal dan beberapa orang lainnya yang dianggap sebagai pengacau. Kal hanya diam, membiarkan dirinya dibawa pergi. Di dalam hatinya, ia merasa puas. Ini baru awal dari permainan yang lebih besar. “Kal Altair mungkin telah mati,” pikirnya sambil tersenyum tipis. “Tetapi Dewa Racun telah hidup kembali.”
109.4K viewsOn holdAdded to Library 187 Times as lirik kala
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status