Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Karma : Kubuat Kau Menyesal

Karma : Kubuat Kau Menyesal

"Aaaa Gina. Kenapa aku bodoh banget? Aku malu banget sumpah," Alisha meraung sambil memukul meja cafe. Sementara itu, Gina menoleh ke kanan dan kiri untuk melihat keadaan sekitar. Dilihatnya riuh orang yang berbicara di dalam cafe membuat tak ada yang mendengarkan cerita Alisha. Lalu dia mencondongkan badan dan berbisik, "Jangan keras-keras ngomongnya! Nanti kedengeran. Salah sendiri kenapa kamu mabuk malam itu?"
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai lirik kala
Baca
+Pustaka
Jerat Pesona Wanita Panggilan

Jerat Pesona Wanita Panggilan

Kala terkekeh pelan saat Lisa—perempuan yang baru saja mendesah sambil memaki, saat ia memainkan puncak dada Lisa dengan jarinya. "Promise me, you will only open your mouth for screaming my name and moaning like there's never tomorrow," bisik Kala dengan suara serak. "I will," sahut Lisa singkat saat merasakan tangan kekar Kala meremas puncak dadanya dengan kuat.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai lirik kala
Baca
+Pustaka
Kala Cinta Menggoda

Kala Cinta Menggoda

Jeder. Saat Morgan masih menimbang untuk menjawab pertanyaan Laura tiba-tiba saja petir menyambar dengan suara yang sangat menggelegar dan kilatan cahaya yang menyilaukan. Seketika Laura menjerit dan memeluk Morgan tanpa sadar. Aaaa... Dengan reflek Morgan memeluk tubuh Laura yang gemetar ketakutan, "Apa kau takut petir?"
760 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai lirik kala
Baca
+Pustaka
Kalau Cinta, Pasti Sayang

Kalau Cinta, Pasti Sayang

"Menyebalkan, dia selalu mengekangku!" Salsa terus berada di samping sambil mendengarkan gumaman Erino. Wajah Salsa terlihat muram. Dia merangkul pinggang Erino yang ramping sambil membujuknya, "Erino, kalian sudah bercerai. Nggak ada yang mengekangmu lagi, sekarang kamu boleh minum sampai larut malam."
7.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 298 kali sebagai lirik kala
Baca
+Pustaka
When We Lost

When We Lost

tanya Kala. “I’m just curious,” sahut Almi. “None of your business,” kata Kala datar. “Gue tahu. Lo nggak wajib menjawabnya,” kata Almi. Kemudian keduanya terdiam lagi dan keheningan menyiksa berdenging di telinga keduanya. Kala bersenandung lagi karena tidak tahan dengan keheningan yang memekakkan telinganya. Ia menyanyikan lagu berirama lambat yang diambil dari album barunya berjudul Butterfly. Almi baru pertama kali mendengarkan lagu Kala yang ini. Jujur saja, tidak banyak lagu Kala yang ia tahu, hanya beberapa yang sering dilihat di TV ataupun dinyanyikan oleh Reta. Dan Almi menyukai lagu berbahasa Inggris ini.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai lirik kala
Baca
+Pustaka
Kala Cinta Menyapa

Kala Cinta Menyapa

Seperti kelinci ini. Ya Tuhan, apa yang kau kalukan, Gadis Bodoh? Kau ingin mati? Panik. Airlangga kembali mencari. *** Bersambung
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai lirik kala
Baca
+Pustaka
Kalau Cinta Jangan Gengsi

Kalau Cinta Jangan Gengsi

“Hidup tak sebercanda itu Langit. Memang apa yang kamu harapkan dariku? Kamu sudah tahu bukan? Kenapa menawarkan hal yang tak mungkin terwujud.” “Namanya juga usaha, siapa tahu hatimu meleleh.” “Ini hati, bukan lilin, Langit.” Langit terkekeh geli, dia kembali tertawa saat cacing-cacing dalam perut bulan bernyanyi nyaring sekali. “Sial. Kenapa mereka tak tahu diri,” keluh Bulan malu. “Tunggu di sini aku akan membuatkan sesuatu. Kenapa tak mengajak makan malam Pak Bintang, bukankah tadi kalian bersama?”
3.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai lirik kala
Baca
+Pustaka
Godaan Dokter Cantik

Godaan Dokter Cantik

“Jangan ribut…” Pandangan Lala beralih ke Kala. Ia tersenyum tipis, senyum lelah yang tak sepenuhnya sadar. “Aku pulang ya,” katanya, kata-katanya terdengar ringan tapi goyah. “Sampai… sampai ketemu lagi.”
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai lirik kala
Baca
+Pustaka
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Menandakan, bahwa kali ini Kala sedang tidak main-main seperti sebelumnya “UJAAAAAANGGGGG!!!!” Kala kembali berteriak, beberapa kali dia berteriak kepadaku. Namun aku tidak menghiraukannya sama sekali, gigi taringnya yang tajam kini semakin tajam, wajahnya semakin menyeramkan dan matanya memerah sambil melihatku yang tidak mendengarkan atas apa yang dia ucapkan. “DASAR KAMU MANUSIA BODOH UJANG!”
9.8683.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17.8K kali sebagai lirik kala
Tampilkan Ulasan (174)
Baca
+Pustaka
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Baca Semua Ulasan
Kala Kumenoleh, Cinta Telah Pergi

Kala Kumenoleh, Cinta Telah Pergi

"Lewis! Kalau harus mati, kita mati bersama! Di jalan menuju alam baka, aku akan menunggumu!" Kaitlin tewas. Sementara itu, Lewis berhasil lolos dari maut. Namun, dia mengalami kelumpuhan total dari leher ke bawah. Selain kepalanya, seluruh tubuhnya tidak bisa bergerak. Lewis masih bisa mendengar dan melihat, tetapi untuk berbicara pun terasa sangat sulit. Kalimat pertama yang dia ucapkan setelah sadar adalah, "Jangan beri tahu Victoria."
9.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 249 kali sebagai lirik kala
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status