Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
My Pain Killer

My Pain Killer

Aroma musk dan lemon yang segar, sesegar pribadi Ares yang tak kenal kata sedih. "Iya. Nanti kalau ada waktu aku bikinin," ujarku mengalah. Ares tak lagi menanggapi. Matanya terpaku pada gitar, jari-jarinya dengan lincah memetik senar. Kemudian lagu Wonderwall—Oasis, mengalun merdu dari bibirnya. Tanpa terasa, aku pun turut menyanyikan beberapa lirik yang seolah menggambarkan perasaanku.
1013.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 523 kali sebagai lirik lagu ari lasso
Baca
+Pustaka
Laras love story

Laras love story

Ucap Laras "Kangen, heum." Ucap Banyu sambil memeluk guling di kamarnya seakan-akan itu tubuh Laras "Ah bayi gede aku ternyata kangen eoh." Ucap Laras dengan nada menggoda "Heum, mas kangen. Kenapa sih nggak tidur sini saja?." Ucap Banyu "Belum bisa mas, kan belum muhrim." Ucap Laras yang sedang memakai pelembab di bibir dan sedang memakai masker
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai lirik lagu ari lasso
Baca
+Pustaka
Ikhlasku dengan takdirku

Ikhlasku dengan takdirku

Di saat Lisa sedang mengasuh Laras di sore hari sambil melamun, Ari datang menghampiri dia mengatur nafas pelan sebelum memulai berbicara. "Lisa...!" panggil Ari pelan sambil menyentuh bahu Lisa. Lisa menengok sebentar lalu kembali melihat Laras yang asik bermain bersama teman-temannya. "Sepertinya kita tidak bisa lama tinggal di sini." ucap Ari dengan lirih tersirat jiwa tidak berguna sebagai lelaki. "Kenapa?." tanya Lisa singkat meski sudah tau jawabannya.
109.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 262 kali sebagai lirik lagu ari lasso
Baca
+Pustaka
Aku Tak Punya Siapapun Lagi

Aku Tak Punya Siapapun Lagi

Liliana diam-diam menatap wajah Elisa yang tersenyum di batu nisan dan dengan lembut membersihkan debu di atasnya. Dia tersenyum melihat foto Elisa dan berbalik untuk pergi. Angin sepoi-sepoi bertiup, seekor burung kecil terbang ke depan batu nisan dan mengepakkan sayapnya dengan lembut. Burung itu mengambil kacang-kacangan di kue itu...
11.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 372 kali sebagai lirik lagu ari lasso
Baca
+Pustaka
Balada Asmara Biduan Dangdut

Balada Asmara Biduan Dangdut

ujar Ari Lasso, lalu disusul tepuk tangan riuh yang tampaknya sangat terhibur dengan sesi perkenalan kami. “Nah, selanjutnya sekarang ini mereka bakal menghibur kita semua.” Ari Lasso menatap kami. “Di sana sudah ada panggung kecil dengan bermaca-macam alat musik. Silakan kalian memainkan lagu apa saja buat menghibur kami, ya. Tidak harus lagu dangdut kok. Boleh juga POP, Blues, Jazz, Rock, atau apa saja yang bisa kalian mainkan. Yang penting sajikan skill terbaik kalian buat kami, ya.”
1010.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 288 kali sebagai lirik lagu ari lasso
Tampilkan Ulasan (13)
Baca
+Pustaka
Haras
Hallo semua, saya mulai aktif untuk melanjutkan cerita ini lagi ya. Mohon maaf kemarin sempat berhenti sebab ada kerjaan di luat. Tapi sekarang saya sedang dalam fase alih profesi untuk menjadi fulltime writer. Jadi mohon dukungan dari teman-teman semua. Terima kasih Semoga terhibur & sehat selalu.
liza sarah
cerita yg unik. gk tau kisah nyata ato gk, tp ngalir alami gt jln ceritanya. gk bnyk2 drama buatan buat seru cerita. sukaaaaak.... lucu, seger ceritanya. pesan moralnya jg dpt. ya ampuuuun setelah tamat ceritanya br berasa kehilangan. keren lah, gk bosen bacanya.
Baca Semua Ulasan
Insya Allah Ada Jalan, Nak!

Insya Allah Ada Jalan, Nak!

Genggaman kedua tangannya yang semula masih kuat demi mempertahankan gitar miliknya mengendur perlahan, dan sorot matanya meredup. Aku berdehem seraya menyetem nada yang dihasilkan senar-senar gitar milik Syilla agar pas dengan suaraku. Para penumpang mulai tertarik saat menangkap kesan misterius di antara kami berdua. Dan itu sangat menguntungkan kami! “Di antara lagu-lagu Ari Lasso, apa yang paling kausuka?” bisikku pada Syilla. Kulihat dia sedikit tersenyum. “Hmm ... ‘Apa Artinya, Cinta’ featuring Melly Goeslaw?”
1010.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 236 kali sebagai lirik lagu ari lasso
Baca
+Pustaka
Ibu Susu Polos Pak Boss

Ibu Susu Polos Pak Boss

Pandangannya beralih ke luar jendela—jalanan masih lengang, hanya beberapa motor melintas, sementara kaca-kaca ruko di sepanjang trotoar memantulkan siluet mobil mereka. Dari kursi depan, Pak Hendra meraih tombol radio dan memutarnya pelan. Suara musik mengalunkan bait lagu “Hampa” dari Ari Lasso. "Hampa terasa hidupku tanpa dirimu..." Putra tersenyum kecil. “Aduh, lagu ini banget nih?" gumamnya, lalu mulai ikut bersenandung dengan suara rendah. "Apakah di sanaaaa kau rindukaaann aku..."
9.8132.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai lirik lagu ari lasso
Baca
+Pustaka
Cincin Rumput Liar

Cincin Rumput Liar

Citra menujuk tas ransel milikku yang diletakkan di sofa sebelah Pak Aby duduk Kini baru aku sadari Cinta bisa hadir Tanpa disadari Dengan perlahan Tapi pasti Merasuk di jiwa ini Tiba-tiba terdengar nada dering ponsel milikku, lagu milik Ari Lasso "Seandainya" Panggilan itu terputus karena aku tidak mengangkat panggilan itu, dan lagi terdengar sepintas lagu itu untuk yang kedua kalinya.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai lirik lagu ari lasso
Baca
+Pustaka
Luka Perselingkuhan

Luka Perselingkuhan

Sepanjang perjalanan tak sepatah kata dua insan itu berbicara. Hanya suara merdu Ari Lasso membawakan tembang lawas dari grup band Dewa 19 yang berjudul 'Cinta'kan membawamu kembali' menemani keduanya membelah jalan raya di pagi hari. Iman sesekali mencuri pandang ke arah perempuan yang selalu tampak cantik di matanya. Lelaki itu terkadang menertawakan diri sendiri, mengapa bisa begitu bucin kepada Farida? Dia seperti menjelma menjadi sosok yang lain bila berhubungan dengan perempuan tersebut.
6.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai lirik lagu ari lasso
Baca
+Pustaka
I'm Sorry Laras

I'm Sorry Laras

Emas-emas yang melingkar di leher dan tangannya berkilauan di bawah cahaya lampu ruang tamu yang redup, menambah kesan angkuh pada penampilannya. Laras memandang Surti dengan mata penuh ketidakpercayaan, wajahnya yang pucat kini memerah karena campuran antara kesedihan dan kemarahan. “Bukankah utang-utang saya sudah lunas minggu lalu saat saya melunasinya?” ucap Laras, suaranya bergetar penuh kebingungan, tangannya masih mencoba menahan lengan Joko, pria bertato yang berusaha mengangkat TV kecil itu dari meja kayu tua.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai lirik lagu ari lasso
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status