CALON TUMBAL
ujar Egi dengan suara yang mengguncang emosi setiap orang di sana.
Ayah Egi tertegun, lalu memeluk tubuh itu dengan tangisan yang pecah. "Egi... anak Ayah..." isaknya penuh kepiluan.
"Ayah, jangan sedih. Jangan menyalahkan diri sendiri. Aku begini... mungkin memang sudah takdir. Ayah adalah ayah yang sangat baik, dan aku mencintai Ayah... selalu," ujar Egi, suaranya lembut, penuh kasih sayang. Ia merengkuh ayahnya erat, seolah mencoba menitipkan kehangatan terakhir.
الفصول الرائجة