Gara-Gara Tak Pakai Lipstik
Yakni, senyum yang selalu berhasil membuat dadaku berdebar-debar merdu.
“Yang sedang aku bahas adalah … hatimu,” terang Putra.
Hati, oh hati. Kenapa harus kembali dibahas di saat yang seperti ini?
“Ada apa dengan hatiku?” tanyaku kemudian.
“Hatimu setengah-setengah untukku. Kapan mau jadi utuh?”
Oh Tuhan, semakin sering Putra membahas tentang perasaan, semakin diriku berdebar-debar. Apa kalimat barusan itu adalah pancingan? Lantas, benarkah Putra serius dengan apa yang sebelumnya dia ucapkan?
인기 회차