Cinta Sejati Suamiku
Tenggorokan ini pun bagaikan ditimpa baru besar, sehingga tidak mampu berteriak berhenti.
"Hanin, kenapa menangis, aku suami kamu? Aku belum melakukan apa-apa, baru mencium saja, kenapa sudah menangis? Apa mau aku buat benar-benar menangis nikmat? Hem!" Setelah kalimat itu, ia membungkam mulutku dengan mulutnya.
Sungguh ajaib, rambut palsu ini tidak terlepas sama sekali, padahal sesekali ia menarik rambutku, membelai perlahan, lalu menarik kembali seperti tengah gemas.
ตอนยอดนิยม