Once then Forever
"Aku enggak peduli apa pendapat seluruh dunia tentang kamu. Aku juga enggak peduli serendah apa kamu memandang dirimu sendiri saat ini. Aku bisa tahan seberapa lama pun kita harus menunggu.
Aku sayang kamu, Dimitri. Kamu orang paling berharga di dunia ini dan enggak akan mungkin sanggup aku lepaskan."
Si pria tersenyum dengan mata basah. Ia ingat kalimat itu. Serupa dengan yang ia ucapkan pada Sera sewaktu di rumah sakit.
"Peniru," ejeknya seraya mengencangkan lilitan tangan di pinggang Sera.
Lega menyeruak di hati Sera mendengar itu. Ia berharap suaminya bisa merasa lebih baik sekarang. "Suamiku, panutanku," balasnya.