Om Duda!
Hanya ada suara isak tangis Fatya yang mendominasi di dalam apartemen ini.
Dengan wajah yang kebingungan Kai melepaskan pelukannya, lalu menatap Fatya dan bertanya, “Kenapa menangis?” Sembari kedua tangan kecilnya mengusap kedua pipi Fatya, mengusap bulir bening yang keluar dari matanya.
Fatya menggeleng-gelengkan kepala, namun air matanya terus mengalir, ia mencoba menghentikan tangisannya namun saat melihat wajah Kai hal itu tidak bisa ia cegah.