Istri Kesayangan Juragan
"Saya ingin melamar Anindya Kirana, putri dari Bapak dan Ibu, untuk menjadi istri saya. Bukan karena kasihan, bukan karena tekanan keadaan. Tapi karena saya percaya, dari semua yang terjadi... Allah telah menuntun langkah ini.”
Ia menatap ke layar, suara mulai melambat. "Anindya... saya tidak bisa janji akan selalu sempurna. Tapi saya janji, saya akan berusaha jadi suami yang bisa kamu andalkan. Dalam suka dan duka. Dalam sempit dan lapang.”
Ruangan hening sejenak. Pak Minan menoleh ke layar ponsel, lalu berkata, "Nduk, keputusan di tanganmu. Kami ikut apa kata hatimu.”
Bab Populer