Membalas Kesombongan Mantan
"Ma–maaf, Mbak."
"Tidak apa-apa, toh kalian kalah jauh dariku. Aku janda anak satu, tapi dipinang perjaka tampan dan mapan. Sedangkan kalian, kapan menikah? Masa, perawan kalah sama janda. Eh, emang kalian beneran masih perawan? Enggak yakin, deh," ujarku seraya berlalu dengan mengibaskan rambut.
Mulut-mulut nyinyir selalu ada di mana-mana. Dasar deterjen, dosanya melimpah. Eh, busanya maksudku.
인기 회차