Selir Yang Terlupakan
Seprai baru digelar di tempat tidur, dupa beraroma melati dinyalakan, dan nampan berisi kue-kue halus serta anggur dingin disusun rapi di atas meja kecil.
"Mei Mei, sepertinya aku benar-benar sudah gila hari ini," bisik Lianhua kepada pelayan setianya yang sedang merapikan gorden jendela.
Mei Mei menghentikan gerakannya, lalu berbalik menghadap tuannya dengan wajah penuh keprihatinan.
"Nyonya tidak gila," jawabnya lembut sambil meletakkan kembali nampan yang dipegangnya. "Nyonya hanya... sedang menghadapi keadaan yang sulit."