Menantu Tegas, Ipar Panas, Mertua Lemas
Aku tersenyum kecil dan memeluk gulingku, dan mendesah pelan saat tubuhku terasa nyaman.
"Hallo!" kataku ceria.
[Kok, nggak ngabarin? Aku kangen, loh!] Ujarnya sambil merajuk.
"Aku juga kangen, tapi kamu kan tahu, Yank, mertuaku meninggal dan baru saja dikuburkan!" kataku berusaha memberi penjelasan.
[Alah, alasan!] katanya marah. [Bilang saja kamu lupa sama aku kan, Yank? Mentang-mentang suamimu sudah pulang!] Katanya lagi.