Berikan Suamimu Untukku, Mbak
Aku meringis sakit sambil mengusap pipiku yang sudah tentu berwarna merah saat ini.
"Tertawalah, bersoraklah, Aruna! Karena kau sudah berhasil merebut suamiku. Tapi bagiku kau hanyalah seorang perempuan bodoh yang hanya merendahkan dirimu sendiri. Kau tak lebih hanya seseorang yang tidak bisa mencari suami untuk dirimu sendiri, kau hanya bisa meminta bekasku! Aku ucapkan selamat padamu, Aruna. Kau akan menjadi istri dari bekas suamiku, kau hanya bisa memakai batang bekas! Dan ingat, kau tidak akan pernah bahagia sepanjang hidupmu, karma akan datang padamu!"
Telunjuk mbak Alya dengan kasar menunjuk wajahku, matanya melotot dan memerah. Mbak Alya sangat marah padaku.
Hot Chapters