Merindu Suamimu
"Ya kayak kita berdua ini, meski sudah berpisah lama. Sama-sama nggak tahu tinggal di mana, kabarnya gimana, sama-sama masih menyimpan rasa. Lalu, dengan begitu mudahnya semesta menautkan hati kita lagi di saat yang tepat."
"Duuh, bahasanya dalem banget." Aku terkekeh kecil. "Kayaknya Abang bisa deh jadi salah satu penyair pendatang baru tahun ini. Nanti aku yang jadi editornya deh," sambungku disambut cubitan gemas di pipi sebelah kanan. Hobbynya belakangan ini.
"Aku serius, Lisa." Bang Fino semakin merengkuh tubuhku, bahkan dengan santainya ia mengunci kedua kakiku dengan tungkainya.
Hot Chapters