Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda

Alara Senja benar-benar mengabulkan keinginannya. Sore hari di sambut senja begitu memasuki pintu rumahnya, kencang-kencang Lara putar sound di ruang tengah untuk menghasilkan pecahan nada yang menggetarkan. Lagu legendaris dari barat sana sungguh menyihir hatinya yang sejujurnya sedang berbunga-bunga. Isi liriknya terasa sangat pas sekali. Sehingga sewaktu Lara lantunkan tembangnya, berdebar-debar saja hatinya. Dan tak mau berhenti bertalu untuk jantungnya yang akhlakless.
7.79.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 243 kali sebagai lirik menuju senja
Baca
+Pustaka
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

Tapi terasa datang dari ruang yang tak bisa dijelaskan. Bulan menutup mulutnya. “Itu… suara yang kemarin aku dengar.” Aruna merasakan tengkuknya menegang. Lagu yang sama. Tembang Jawa lama yang liriknya tidak pernah jelas. Hanya potongan-potongan kata tentang “janji”, “darah”, dan “kembali”. Bagas berdiri paling dekat pintu. “Kita cek.” “Jangan!” Pelangi menahannya. “Pak Seno sudah bilang—”
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai lirik menuju senja
Baca
+Pustaka
WANITA BUTA DAN SUAMI BAYARAN

WANITA BUTA DAN SUAMI BAYARAN

* Melukis Senja Budi Doremi Aku mengerti perjalanan hidup yang kini kau lalui Ku berharap meski berat kau tak merasa sendiri Kau telah berjuang menaklukkan hari-hari mu yang tak mudah Biar ku menemanimu membasuh lelah mu Izinkan ku lukis senja Mengukir namamu di sana Mendengar kamu bercerita Menangis tertawa Biar ku lukis malam Bawa kamu bintang-bintang Tuk temanimu yang terluka Hingga kau bahagia Aku disini walau letih coba lagi jangan berhenti Ku berharap meski berat kau tak merasa sendiri
1013.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 524 kali sebagai lirik menuju senja
Baca
+Pustaka
Magical!

Magical!

" Bernapaslah Hirup udara sesaki rongga dada Telan jerit hati Anda Sesap lagi kopi kedua Ranum rona surai jelanga Selang seling suara renjana Menutup harsa senja Dengan satu lagi cerita " ーOptimusrain. . . . ' Senyuman itu hanyalah menunda luka yang tak pernah kuduga '
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai lirik menuju senja
Baca
+Pustaka
Hati Yang Terpilih

Hati Yang Terpilih

Tercipta nelangsa di pucuk rerumputan Oh harumnya dukaku, Ditiup semilir sikapmu mendua Menghitung bintang satu satu Sesukar meraba lelikuan sifatmu Berkali diri ini, terpaksa jatuh Pada jurangnya bimbang, dan Asa yang tercecer sempat bertanya Senyum atau merahkah kau tawarkan? Bagi jiwa dahaga ‘smara Aku ini . . . “Kriiing … Kriiing …,” dering ponsel membuyarkan suara Nazwa menyenandungkan lagu Lara Melanda dari Kla Project sembari mengeluarkan camilan yang dibuatnya dari oven.
6.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai lirik menuju senja
Baca
+Pustaka
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

ELEGI SENJA Perih itu Menembus benteng-benteng kulit ari Hingga lebur pada jangat kulit diri Pedih itu Tak lagi mampu meracun hati Karena pedih terlanjur abadi Tangis ini Bukan lagi mengalir sepi Tapi mendarah memanas hakiki Senja kala itu menjadi saksi Kabar duka mendera Menjadi titik di mana kau tak berbalik Melebur satu bersama ombak Menjadi buih di tengah lautan tanpa tepi Sesal bergulung mengundang hujan
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 208 kali sebagai lirik menuju senja
Baca
+Pustaka
TERALIS WAKTU

TERALIS WAKTU

Senja Olehku yang berduka Hai senja Warnamu indah Oren kemerahan Memberi semangat juga kehangatan Cahayamu memberi ketenangan Untuk hatiku Yang mengharu biru Hai senja Kau mengantarkan cahaya kehidupan Mengawali kegelapan malam Mengantar makhluk Ke peristirahatan Hai senja Lihatlah Aku terdiam Memandangmu Dengan luka Senyumku hilang Melayang Terbawa kegelapan Terbang bersama kebahagiaan Melayang Tinggi ke awan Hai senja
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai lirik menuju senja
Baca
+Pustaka
Kemarau Di Ujung Senja

Kemarau Di Ujung Senja

"Gak popo, Lif. Lain kali ketemu lagi." "Nggih.." *** Neng Lia Secercah impian kian mengena. Seberkas kesempurnan mulai tercipta Bukan hanya sekedar fatamorgana Namun kegemilangan yang kan jadi nyata Di sini … Di lubuk hati ini Kamu kan tumbuh dengan keindahan tak terperi Membawa kesejukan yang membuat lupa diri Dan kan menepi Jika tak disayangi Kurang dicintai
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai lirik menuju senja
Baca
+Pustaka
Diary Rain

Diary Rain

Menepi Menepilah Menjauh Semua yang terjadi Antara kita Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi Aku tenggelam dalam lautan luka dalam Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang Aku tanpamu butiran debu Dalam luka dalam Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang Aku tanpamu butiran debu Butiran debu -Terry Shahab, Butiran Debu- ~Soundtrack Berakhir~
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 234 kali sebagai lirik menuju senja
Baca
+Pustaka
Istri Yang Menanti Sentuhanmu

Istri Yang Menanti Sentuhanmu

Ting Sebuah pesan aku terima dan itu dari Ira. Mataku membola, apa-apaan dia malah mengirim pesan padaku. 'Aku gak bisa membayangkan dirimu yang serumah dengan keong racun ini!' Sontak aku tertawa karena Ira menamai Renata dengan Keong Racun. 'Banget! untung kesabaranku setebal es abadi antartika.' Kami berdua cekikikan sendiri, inilah definisi menggibah di depan orangnya.
1032.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 675 kali sebagai lirik menuju senja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status