Sang Pemuas Hasrat Wanita Kesepian
Riri tidak tahu apakah ini saat yang tepat hanya saja dia benar-benar tidak suka melihat ekspresi putus asa yang keluar dari wajah Angga.
“Kau harus move on, Angga,” lanjut Riri seraya meremas tangan lelaki itu. “Dia sudah move on darimu, sekarang giliranmu untuk begitu. Tidak ada gunanya untuk menyesali apa yang sudah terjadi. Yang seharusnya kau lakukan sekarang adalah menjalani jalanmu sendiri, bukannya terus melihat kebelekang.”
Angga menatap Riri dengan tatapan kosong. Tidak ada kata yang keluar dari mulutnya, tidak jelas pula apakah dia mendengarkan seluruh perkataannya atau tidak. Dia hanya sibuk dengan pikirannya sendiri.