Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Agnia dan Cermin Pecah

Agnia dan Cermin Pecah

Untukmu yang tidur di balik dinding tipis Aku tahu kau suka pagi yang sunyi Saat kopi susu jahe masih mengepul di cangkir Dan rambutmu masih basah oleh embun Aku tahu kau suka Silverqueen rasa cashew Bukan karena manisnya Tapi karena kacang mede mengingatkanmu pada rumah Rumah yang sudah lama tidak kau pulangi Aku tahu kau takut pada suara keras Pada pintu yang tiba-tiba terbuka Pada langkah kaki yang tidak kau kenal Karena kau terlalu sering dikecewakan oleh orang-orang yang seharusnya menjaga Aku tahu kau menangis saat menonton sinetron
840 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai lirik secangkir madu merah
Baca
+Pustaka
Cinta di Ujung Perpisahan

Cinta di Ujung Perpisahan

tanyanya mengalihkan percakapan. “Iya dong,” sahut Rindu dengan bangga. “Ini momen langka. Khusus untuk menyambut kalian.” Aditama tertawa sumbang. “Kangen banget, Ma. Apalagi ayam bakar madu ini. Aku bisa nambah dua kali kalau ada ini.” Aditama tahu Kinara mengalihkan perhatian dan ikut membantu sang istri.
9.8139.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai lirik secangkir madu merah
Tampilkan Ulasan (36)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
ChiekAL
kebenaran akan selalu menang melawan kejah4tan ara jangan gentar mau seribu video dikasih dita ke penyidik nyatanya fany ada bersamamu dia dalam kondisi trauma parah dan kamu lah yg berusaha menyembuhkan fany... bukti dan saksi hidup ada ditanganmu kamu udah menang selangkah disini ara
Baca Semua Ulasan
Madu Dari Dunia Lain

Madu Dari Dunia Lain

Dia pula mengecupnya dengan penuh cinta. Dari kejauhan ada seseorang yang mengendap, memandangi sosok wanita tersebut dengan tatapan nanar. Tanpa disadari kedua tangannya mengepal, cairan yang ternyata darah segar berbau amis keluar dari matanya. Dia menangis darah saking merasakan sakit yang teramat dalam. Mengiyakan suaminya menikah lagi ternyata suatu penyakit untuk dirinya sendiri, buktinya kini dia tidak rela melihat keduanya bermesraan. "Iya enggak apa-apa, Sayang." Helsa menyalami punggung tangan suaminya, sedangkan Aryo kali ini mengecup kening sang istri.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai lirik secangkir madu merah
Baca
+Pustaka
Diminta Menjadi Madu

Diminta Menjadi Madu

Ningroem berbicara di dalam hatinya. Baru saja Ningroem bisa bernafas lega karena terlepas dari satu masalah, tapi kemudian datang lagi masalah baru yang membuat dirinya tambah pusing, di minta jadi madu itu bukanlah untuk sehari dua hari tapi untuk seumur hidup bisakah dirinya berdampingan dengan baik, dengan Ratna jika seumpamanya benar ia menjadi madunya. Bisakah Mbak Ratna tidak cemburu padaku dan berbuat yang tidak-tidak! kayaknya tidak mungkin? Masa iya perempuan mau berbagi suami aku yang jelek-jelek gini nggak mau jika harus berbagi suami. Rasanya gimana gitu membayangkan suami bercumbu di tempat tidur dengan orang lain. Walaupun itu halal dan bukan zina tapi tetap saja rasanya nggak
3.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai lirik secangkir madu merah
Baca
+Pustaka
Madu Muda : Ketika Cintaku Direnggut Paksa

Madu Muda : Ketika Cintaku Direnggut Paksa

"Mas ... aku kangen, kok pagi ini pergi cepat?" "Gak apa apa, tolong lepaskan aku, ada ...." Belum selesai Mas Hamdan berkata-kata, tiba-tiba bibir Mas Hamdan dikecup mesra oleh Maura, tak kusangka gadis yang masih berumur 18 tahun itu nyatanya sangat binal dan tidak tahu malu. "Tolong lepaskan dulu," ucap Mas Hamdan mendorong Maura dari pangkuannya. "Aku ga mau, Mas .... Aku kan lagi sakit, aku mau manja."
1020.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 615 kali sebagai lirik secangkir madu merah
Baca
+Pustaka
Misteri Cinta di Lokasi KKN

Misteri Cinta di Lokasi KKN

Bila larut tiba wajahmu terbayang Kerinduan ini semakin dalam🎵 🎶Gemuruh ombak di Pantai Kuta Sejuk lembut angin di bukit Kintamani Gadis-gadis kecil menjajakan cincin Tak mampu mengusir kau yang manis🎵 🎶Bila saja kau ada di sampingku Sama-sama arungi danau biru Bila malam mata enggan terpejam Berbincang tentang bulan merah🎵 Du du du du du du Ho ho ho oh.....
1013.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 274 kali sebagai lirik secangkir madu merah
Baca
+Pustaka
ANYELIR KUNING

ANYELIR KUNING

Kukira telah sampai di ujung pelangi Angkuh petik satu warna Merah jambu kesukaanku. Lupa pada buta malam Hitam yang kubawa pulang Tuai derita tak kenal musim. ______________________________ Dentuman musik selimuti desa, empat orang biduan berlenggak ikuti irama, satu di antaranya pria gemulai. Pemuda dewasa itu bergerak lincah lagi lentur, bak belut diangkat dari penangkaran.
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai lirik secangkir madu merah
Baca
+Pustaka
Terbangun di Ranjang Presdir Duda

Terbangun di Ranjang Presdir Duda

keluhnya ketika menyadari betapa sepinya tempat tersebut tanpa Jenar. “Untuk apa aku memiliki dua botol madu stamina jika … jika aku tidak bisa melampiaskan khasiat dari madu itu?” gerungnya dengan suara pelan. Mada menarik napasmulaiberteriak hingga menimbulkan gema yang terdengar cukup kencang. “ASTAGA! SEKRETARIS ITU HARUSNYA BERADA DI SINI.” Niat Mada memang ingin memboyong Jenar kemari dan percayalah, Mada sudah sangat bersemangat untuk itu.
106.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 249 kali sebagai lirik secangkir madu merah
Baca
+Pustaka
Kurelakan Surga Untuk Maduku

Kurelakan Surga Untuk Maduku

Aku menutup hidung selama dia makan. “Aku ingin rujak,” jawabku. Air liur keluar saat membayangkan buah mangga yang mengkal, si cocol bumbu rujak yang manis dan pedas. “Ndak ada rujak sepagi ini, sayang!” ucap Mas Ridwan. “Pokonya mau rujak,” ucapku, entah kenapa pagi ini aku senang sekali menyusahkan lelaki halalku itu.
106.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 181 kali sebagai lirik secangkir madu merah
Baca
+Pustaka
Legenda Tongkat Semesta Bagian 2

Legenda Tongkat Semesta Bagian 2

kucing merah memaki si Gareng karena telah membawa Madu Lanang pada perkampungan berbahaya. “Diamlah! Bukan salah dia, aku sendiri yang memintanya,” sergah Madu Lanang menengahi. Kerrrrrrrr! Kucing merah menggeram kesal, dia juga ikut memaki Madu Lanang karena telah berani mendekati kampung menyebalkan seperti Tumaritis. “Menyebalkan?” Madu Lanang mengerutkan kening. “Meong, Meong, Meong,” jelas si kucing merah.
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai lirik secangkir madu merah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status