LUKA TAK BERDARAH
Hanya melamun dan melamun
Yang bisa aku lakukan saat ini
Dimana pikiran otakku mulai memainkan
Segala tentang imaji kehaluan
Dimana tadi siang dengan ditemani teriknya mentari
Bunga mawar merah mulai berkembang
Memancarkan keindahan hakiki ciptaan Illahi
Yang membuat pandangan mata ini terpukau
Aku telah diracuni oleh serbuk-serbuk kegalauan
Baper aku pun dibuatnya
Hingga menumbuhkan rasa di hati
Aku suka padanya
***
“Nak …,” panggil sang ayah.
Eguh hanya diam dalam lamunan, tak menghiraukan panggilan sang ayah.
“Dek, lihat tu anak kita. Dipanggil ndak ada sahutan sama sekali,” protes Hendra pada sang istri.
“Nak …, Nak …, Nak …,” panggil sang ibu, sambil menepuk pelan pundak Eguh.
Hot Chapters