Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kebangkitan Sang Bintang Yang Dituduh Berkhianat

Kebangkitan Sang Bintang Yang Dituduh Berkhianat

"Melalui pintu yang sama." Lucian mengernyit tipis. "Terus kenapa orang kita nggak lihat?" "Itu masalahnya, Pak." Adrian memperbesar salah satu tangkapan layar di ponselnya lalu menyerahkannya kepada Lucian. "Orang yang keluar bukan Selena."
10681 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai lirik starla bukti
Baca
+Pustaka
Istriku, Jangan Lari Dariku

Istriku, Jangan Lari Dariku

“Sudah selesai?” Clara malah menangis sambil menunjuk ke arah Layla. “Kau menjebakku! Setelah kau tahu bahwa aku juga menyukai Direktur Hall, kau ingin membunuhku!” Layla bingung. Dia tidak tahu apa yang salah dengan Clara. Memang kapan dia menjebaknya? “Direktur Hall dan perempuan j4l4ng itu bahkan tidak tahu bahwa aku memerintahkan seseorang untuk mengunggah video itu, tapi kenapa kau memintaku meminta maaf pada mereka?”
1030.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 782 kali sebagai lirik starla bukti
Baca
+Pustaka
Istriku Bukan Selingkuhanku

Istriku Bukan Selingkuhanku

Mereka pun setuju, padahal semua itu aku lakulan agar Dina tidak berusaha menghubungi aku lagi dan menghubungi bunda juga tentunya. Kami pun memulai makan malam ini dengan berdoa bersama dan mengucapkan kata syukur atas kebersamaan yang jarang kami lakukan. Setelah itu kami pun menikmati makan malam ditemani dengan langit cerah dengan bintang-bintang yang gemerlap diatas sana. Seakan-akan bintang-bintang di langit pun ikut berbahagia melihat kebersamaan kami.
7.636.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai lirik starla bukti
Baca
+Pustaka
Si Cantik Bertemu dengan Bad Boy

Si Cantik Bertemu dengan Bad Boy

kata Lestari sambil memoles lipstick merah muda di bibir ranum Starla. “Ma, udah ih jangan berlebihan. Aku malu. Paling juga aku cuman nyapa teman Papa aja. Aku nggak akan lama,” jawab Starla yang begitu yakin. Lestari menurunkan lipstick yang ada di tangannya. “Kamu bakalan lama gabung.” “Kenapa aku harus lama gabung? Aku nggak ngerti obrolan orang tua, Ma,” jawab Starla menolak.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai lirik starla bukti
Baca
+Pustaka
Skandal Perdana Pengacara Galak

Skandal Perdana Pengacara Galak

Bekerja menjadi kupu-kupu malam. "Kenapa kamu menatapku seperti itu? Apakah kamu terkejut dengan kedatanganku yang tiba-tiba?" tanya Starla. Ia memiringkan senyumnya. Kemudian berjalan mengelilingi Algo yang masih berdiri tegap dengan ekspresi datar. "Aku harap kamu tidak lupa dengan janji itu, Tuan Algo Mahesa Rahendra! Ups ... aku rasa kamu sudah lupa ya," kata Starla sambil mengelilingi tubuh Algo.
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai lirik starla bukti
Baca
+Pustaka
Daster Buat Istriku

Daster Buat Istriku

“Sengaja aku mencari alamat kalian, aku harus menjelaskan hal ini pada Bima. Izinkan aku bertemu dia, Bang! Jujur, aku sangat merindukan dia. Aku ingin memeluknya! Boleh, ya, aku bertemu dia sebentar saja. Satu jam saja aku ingin membawa dia ke restoran di dekat sini aja. Dia sepertinya kelaparan, Bang! Setiap hari bekal makannya cuma bubur nasi, begitu kata Steven. Boleh, ya, Bang!” Perempuan itu menghiba. Wajah cantik itu teramat mendung, bahkan ada titik air bening di kedua sudut mata indahnya. “Boleh, ya, Bang?” rengeknya berani memegangi lenganku. “Maaf, sebenarnya, aku tidak mengenalmu! Bima bukan anakmu! Kau salah orang!” sergahku menepis kasar tangannya di lenganku.
1044.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai lirik starla bukti
Baca
+Pustaka
The Time Replayers

The Time Replayers

jawabnya, masih tertawa. “Pengorbanan, Star. Demi sebuah puisi,” Starla tertawa lagi. “Kamu belum pernah manggil aku kayak gitu,” lanjutnya. “Kayak gitu gimana?” “’Star’” “Reflek kayaknya, dan mungkin karena aku udah sadar,” “Sadar bahwa...?” “’Star’ artinya kan bintang.” “Laluuu...?” Starla tersenyum. “Kamu layak jadi bintang,”
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai lirik starla bukti
Baca
+Pustaka
Bilur Bulir Bertaut

Bilur Bulir Bertaut

Naomi mencoba memaksakan senyum kecil. "Siapa lagi kalau bukan Pak Satya," timpal salah satu teman dari ujung meja sambil tertawa. "Dia naik ke panggung dengan percaya diri tinggi menyanyikan lagu rock tahun 80-an, tapi suaranya lebih mirip radio rusak yang sedang disiksa. Juri sampai bingung mau tertawa atau lari." "Tapi pada akhirnya," Flora melanjutkan setelah menelan makanannya, "Hilya yang menang. Suaranya memang tidak main-main. Dia membuat seisi aula diam waktu menyanyikan lagu."
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai lirik starla bukti
Baca
+Pustaka
Hati Yang Terluka

Hati Yang Terluka

Ia seperti kesulitan untuk melontarkan kata-kata itu, entah mengapa ada rasa yang sangat tidak bisa diungkapkan secara langsung. "Kenapa diam? Ayo talak aku! Aku dengan senang hati akan menerima talakmu itu, Mas. Biar kamu bisa berbahagia dengan perempuan ini." kata Laila sembari melirik ke arah Arimbi. "Ayo Dito, jangan lama-lama. Ucapkan talakmu itu, biar dia cepat-cepat pergi dari sini. Ibu sudah muak, dia tidak bisa diandalkan!" sambung bu Salsa kepada anaknya.
637 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai lirik starla bukti
Baca
+Pustaka
Dendam Membara Tuan Muda

Dendam Membara Tuan Muda

Wanita itu tidak akan mati membusuk hanya karena beberapa tetesan darah merebak dari dalam hidungnya, bukan? "Baiklah, kau boleh beristirahat di kamarku," bisiknya pelan namun tajam di atas wajah Starla. "Jangan mengira aku luluh. Kau musuhku dan akan tetap hancur di tanganku. Anggap ini adalah imbalan untukmu, musuhku yang rupanya telah berhasil membuatku khawatir."
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai lirik starla bukti
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status