Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Napas Terakhir untuk Sang Ratu

Napas Terakhir untuk Sang Ratu

Klang! Badanku terangkat semeter, lalu dilempar kasar ke sudut ruangan, menghantam pilar beton hingga runtuh sebagian. Rongsokan semen semen putih langsung menimbun kaki kiriku. Monitor di pergelangan tanganku mati total. Gelap. Layar di mataku memunculkan baris tulisan abu-abu terakhir: SYSTEM TERMINATED. HOST DISCONNECTED. "Hamin!!!"
901 viewsOngoingAdded to Library 36 Times as lirik terminator
Read
+Library
Dokter Duchess: Jangan mati dulu, Tuan Duke!

Dokter Duchess: Jangan mati dulu, Tuan Duke!

STATUS: TERMINASI. "Terminal?" Ashyel bergumam, bibirnya memucat. "Tidak, tidak bisa. Di duniaku, 'terminasi' berarti menghentikan seluruh alat bantu hidup. Itu artinya... pasien dianggap sudah menyerah atau dipaksa mati!" Profesor Hendrik tertawa terbahak-bahak dari atas tebing konsol mekanisnya, menekan tuas uap hingga asap merah pekat menyembur di sekitar tangannya.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 108 Times as lirik terminator
Read
+Library
Warisan Darah Langit

Warisan Darah Langit

Ia mundur selangkah, kedua tangannya membentuk segel terlarang. "Vindra! Jangan gunakan itu!" teriak Tetua Petir dari tribun, menyadari bahaya. Tapi terlambat. "Mati kau, Iblis! Teknik Terlarang: Tombak Halilintar Penghancur Jiwa!"
101.2K viewsOngoingAdded to Library 24 Times as lirik terminator
Read
+Library
Satu Malam dengan Raja Naga

Satu Malam dengan Raja Naga

Lalu dari batangnya, muncul wajah-wajah yang mereka kenal: guru lama mereka, pasukan yang gugur, bahkan teman masa kecil— semuanya hidup kembali, tapi dengan mata kosong dan suara yang hanya bisa mengulang satu kalimat: “Kau menyelamatkan dunia… tapi tak pernah menyelamatkanku.” Kaelira terdorong mundur. Lyrian menatapnya. “Selamat datang di dunia tanpa pengampunan, Kakakku.”
102.0K viewsCompletedAdded to Library 46 Times as lirik terminator
Read
+Library
Sang Luna Terakhir

Sang Luna Terakhir

sangat keras, dan kemudian mendapat tepuk tangan hormat dan maklum dari para penonton, dan ibunya terdengar mengatakan, "Lain kali kau akan berhasil, sayang!" Usai babak kedua, River masih memimpin. Tidak ada yang mengalahkan lemparan delapan puluh tiga meter-nya, bahkan dirinya sendiri. Lemparan keduanya sedikit pendek yaitu tujuh puluh sembilan meter. Lemparan kedua Blade mencapai tujuh puluh tujuh meter dan termasuk lemparan yang lebih kuat daripada yang pertama, yang membuat Ulysses putus asa. Dia mencondongkan tubuh ke River dan berkata, "Tamatlah aku," matanya basah oleh air mata karena tertawa begitu keras. "Kau akan tamat jika dia memergokimu menertawakannya," kata River, berusaha un
746 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as lirik terminator
Read
+Library
Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Revan berteriak, suaranya parau dan putus: “Lira, berhenti! Kau akan menghancurkan semua—” “Dan kau akan menghilang!” pekik Lira. “Aku tidak akan membiarkan itu terjadi! Aku tidak akan kehilangan kau lagi!” Lira asli memejamkan mata. Ada satu helai air mata emas yang jatuh dari pipinya—tinta kehidupan yang tidak pernah ia dapatkan. “Kalau begitu kau akan memikul beban yang bahkan aku tidak sanggup.”
101.5K viewsOngoingAdded to Library 34 Times as lirik terminator
Read
+Library
Jeritan yang Tak Terdengar

Jeritan yang Tak Terdengar

Di tengah hiruk pikuk percakapan yang ramai, suara Tante Sandra terdengar lemah dan serak dari seberang telepon. "Mayat Yolanda terbaring di rumahmu, lihatlah sendiri apa kami sedang bersandiwara." Setelah itu, telepon langsung terputus. Ayah hanya tertegun di sana, tidak bergerak sama sekali. Melihat itu, Kiara bertanya dengan nada hati-hati. "Om Teddy, bagaimana kalau kita pulang dan melihat?" Baru saat itu sepertinya Ayah tersadar, lalu berbicara dengan nada tidak sabar seperti biasanya.
8.6K viewsCompletedAdded to Library 299 Times as lirik terminator
Read
+Library
Kain Basahan Basah Di Kamar Mandi

Kain Basahan Basah Di Kamar Mandi

Kain Basahan Basah di Kamar Mandi Part 60: Teror Di belahan bumi yang lain. Ririn duduk termenung di pojok kanan di sel tahanan. Ada sedikit rasa menyesal lahir di dalam jiwanya. 'Kita lihat saja nanti Nesya! Aku bakalan mencabut nyawamu dengan tanganku sendiri,' ucapnya bermonolog dengan sejuta amarah.
33.8K viewsCompletedAdded to Library 812 Times as lirik terminator
Read
+Library
Tak Terkalahkan Sejak Lahir

Tak Terkalahkan Sejak Lahir

Pada saat ini, kerinduan, ketidakadilan, dan harapan yang dipendam para veteran selama bertahun-tahun pecah melalui teriakan satu kata tersebut! "Tenanglah. Selama aku ada, mulai hari ini dan seterusnya, kalian bisa menegakkan kepala dan membusungkan dada sebagai manusia sejati. Aku berjanji, setiap orang yang pernah menindas kalian, tanpa terkecuali, akan aku musnahkan hingga sembilan garis keturunan mereka!" Suara Lin Yang terdengar tenang, namun siapa pun bisa merasakan niat membunuh yang mengerikan tersembunyi di dalamnya!
2.7K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as lirik terminator
Read
+Library
Teror Pendakian Jalur Selatan Rinjani

Teror Pendakian Jalur Selatan Rinjani

Lirik demi lirik berbahasa Sasak didendangkan oleh suara perempuan itu sambil memainkan gemericik air yang jatuh dari pancuran tempat pendaki biasa mengambil air. Lirik tersebut memiliki arti, Saya buka pergi nyawa Turun roh nyawa … Silahkan datang serahkan nyawa … Turun gunung menangis sedekah nyawa. Setiap lirik nyanyian aneh itu sungguh membuat mereka bergidik ngeri. Tak ada satu pun dari mereka yang pernah mendengar itu sebelumnya. Ssrrk! Ssrrk! Ssrrkk!
9.57.4K viewsOngoingAdded to Library 279 Times as lirik terminator
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status