Gerimis Bulan Desember
kutukku pelan.
“Hehe, makan yang lahap, ya, Dek?” Inu mengelus rambutku yang sedikit panjang bak menimang anak kucing.
Skinship yang tak perlu sama sekali. Namun, aku kok berdebar blushing nggak jelas! Aku tuh suka diginiin, nyaman aja.
“Mas juga,” balasku pelan berusaha menunjukkan percikan cinta dari pandangan mata.
Lega, pandangan aneh Romo tak ada lagi. Beliau berlalu sambil menggeleng dan terkekeh senang. Aku versus Inu, 2 – 2! Kurang ajar! Aku nggak mau kalah telak.