Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!

Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!

Bahkan toko yang menjual berbagai kosmetik hingga perawatan wajah, juga berkembang pesat. Tentu saja dengan bahan berkualitas terbaik. Untuk jangka waktunya tidak bisa terlalu lama disimpan karena terbuat dari bahan alami. Paling lama bisa bertahan satu bulan untuk produk perawatan wajah. Dan sekarang ia akan membuka toko cermin yang sangat jernih. Karena disini cermin masih menggunakan perunggu hingga tak terlalu jelas. Saat di perjalanan menuju Kekaisaran Xu, ia melihat tambang kristal ia berpikir untuk menggunakan sebagiannya untuk membuat cermin dan sebagian lagi sebagai pasokan ke toko perhiasan.
1011.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 413 kali sebagai list kaca cermin
Baca
+Pustaka
Kacamata Penakluk Wanita

Kacamata Penakluk Wanita

Ada rasa bersalah yang mengambil barang yang bukan milikku, tapi ada dorongan di bawah alam sadarku untuk membawa alat itu pulang. Sesampainya di kamar kosan yang sempit, aku langsung mengunci pintu. Tas kulempar ke kasur, dan aku segera mengeluarkan kotak hitam tipis persegi itu. Tidak sampai satu detik setelah aku meletakkan kotak itu di meja, tiba-tiba salah satu sisinya terbuka dan ternyata kotak ini berisi kacamata yang aneh. Bentuknya seperti kacamata klasik berbingkai emas, namun lensanya benar-benar hitam dan pekat.
4.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai list kaca cermin
Baca
+Pustaka
Misteri Di Balik Mata

Misteri Di Balik Mata

Di mana cermin itu? “Di sini,” Farhan berbisik, menunjukkan ke arah ruangan di belakang. Mereka berlari menuju ruangan itu, dan di sana, di sudut, berdiri sebuah cermin besar dengan bingkai kayu tua yang dikelilingi debu. Suci menghampiri cermin itu, merasa ada tarikan yang kuat. “Ini pasti cerminnya,” gumamnya, mendekat untuk melihat lebih dekat.
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai list kaca cermin
Baca
+Pustaka
Kemilau Senja

Kemilau Senja

pikirku "Tolong ambilkan kaus dan celana pendek yang ada di lemari ya. Terserah warna apa saja, tadi aku lupa tidak bawa baju ke kamar mandi, sama tolong ambilkan handuk, handuk yang aku bawa nggak sengaja terjatuh dan basah," ujarnya meminta tolong agar aku segera mengambilkan pakaian dan handuk. "Iya, Mas. Sebentar ya."
1010.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 425 kali sebagai list kaca cermin
Baca
+Pustaka
REFLECTION

REFLECTION

“Kamu bisa baring-baring saja di temat tidurku sambil menunggu makananmu jadi, oke.” “Baiklah.” Ica lalu kembali ke ruang bagian kamar, matanya tertarik pada sebuah benda yang ada di atas meja. “Cermin yang cantik.” Ica mengambil cermin itu dan memandangi pantulan wajahnya.
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai list kaca cermin
Baca
+Pustaka
Soul System

Soul System

Liu Kai tak mengerti maksudnya, namun entah kenapa ia sama sekali tak dapat membantah perkataan Yeomra dan langsung menyebutkan namanya sebanyak tiga kali. Begitu nama itu disebut tiga kali, tanah di hadapan Yeomra merekah, memunculkan sebuah cermin raksasa berbingkai perak. Cermin itu memantulkan cahaya aneh yang berisi semua hal yang terjadi selama masa hidup Kai, mulai dari ia lahir hingga mati.
9.4145.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.2K kali sebagai list kaca cermin
Baca
+Pustaka
Bayangan Dalam Pandang

Bayangan Dalam Pandang

“... Ayo mulai, Shadow! Hitung sampai sepuluh!”, seruku. Shadow menyeringai, dan dengan penuh semangat, dia mulai berhitung. Aku pun tak buang-buang waktu, segera memasukkan tangan ke saku jas, mengeluarkan sebuah cermin bundar seukuran telapak tangan, dengan empat buah batu kaca tertanam pada bingkainya. Tentunya bukan cermin biasa, melainkan alat supranatural yang dapat digunakan untuk memindahkan tubuh penggunanya ke suatu tempat.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai list kaca cermin
Baca
+Pustaka
Kaisar, Jangan Meminta Lebih

Kaisar, Jangan Meminta Lebih

Tatapannya tajam. “Kau tahu ini apa?” tanyanya, menunjuk pada kolam cermin. Lian tidak menjawab. Ravia melangkah mendekat ke Cermin Nasib, dan permukaan cair itu beriak. “Ini bukan cermin untuk melihat,” kata Ravia. “Ini cermin untuk memantulkan. Untuk menggeser.” Lian mengerutkan kening. “Menggeser?”
1013.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 444 kali sebagai list kaca cermin
Baca
+Pustaka
Kutukan Di Desa Arunika

Kutukan Di Desa Arunika

Rani terdiam. Oke, poinnya valid. Raka berjalan ke arah meja, menatap cermin batu kecil yang berdiri di sudut kamar. “Cermin ini,” katanya, “bukan cuma pajangan. Dulu rumah ini milik salah satu penjaga leluhur. Setiap penjaga punya cermin kecil yang terhubung dengan batu utama di hutan. Kalau kamu ngerasa ada bayangan aneh... itu karena cerminnya masih aktif.”
441 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9 kali sebagai list kaca cermin
Baca
+Pustaka
KUNTILANAK MERAH

KUNTILANAK MERAH

“Itu milik Simbah. Cermin itu katanya... dipakai untuk ‘menyimpan’ arwah.” “Simpan?! Kayak toples Nutella?!” Desi tidak tertawa. “Kuntilanak merah... konon tak bisa masuk dunia ini secara penuh. Dia butuh perantara. Lewat cermin, lewat kamera, atau... mimpi.” Raka mulai pusing. “Berarti... setiap alat yang bisa menampilkan bayangan... bisa jadi portal?” Desi mengangguk pelan. Ucup menoleh panik ke arah mobil mereka. “Itu... kaca spion juga?”
954 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai list kaca cermin
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status