Bride (Indonesia)
Pintu gubuk tua pun terbuka.
Arlan membeku sejenak, menatap seorang gadis yang ada di dalam gubuk tua. Tak ada lagi kelembutan dan kehangatan di wajah itu. Wajah lusuh, dan kumuh sekarang ada di depan Arlan. Ia tak dapat mengenali gadis yang terpasung di depan matanya. Baju compang - camping, rambut kumal, dan kulit kasar kumuh, tak sedikit pun menggambarkan Zara Si kembang desa yang dulu ia kenal dan cintai. Hanya mata coklat tanpa dosa itu, yang mampu ia kenali. Mata coklat yang tersenyum dan memperlihatkan keindahan dunia, kini penuh kekosongan dan kehampaan, tetapi tak mehilangkan keindahannya.
Hot Chapters