apa elo soulmate gw
Sekali lirikan matanya, maka habislah isi kantong lelaki tekurasnya.
“Trut….trut…. trut…”, ponselku bergetar. Aku langsung mengangkat Hp yang ada dimeja kerjaku. “Ya halo, kenapa ?? apa? mau ketemu sore ini?, boleh juga oke see you.”, kataku menjawab telepon dari Zaldi. Pria itu selalu saja membuatku terpesona, seakan rasa cintaku tak pernah surut padanya. Ia bagaikan cahaya hidupku, mungkin terdengar berlebihan. Tapi begitulah caraku mengekspresikan cintaku padanya. Sebenarnya tak banyak keistimewa dari seorang Zaldi. Namun justru tak ada keistimewaannya aku makin menemukan sisi istimewa yang tak bisa terungkap lewat kata. Ia seorang karyawan perusahaan swasta di Jakarta, tingginya kurang