SELUMBARI
Aku tidak ingin berlari dengan langkah panjang yang mungkin akan membuatku menjatuhkan buku-buku ini.
Memasuki ruang guru, mataku langsung menyisir meja-meja yang ada di sana, mencari tempat duduk pengampu mapel kimia. Di sekolahku, tempat duduk guru dikelompokkan berdasarkan mata pelajaran yang diampu, jadi mempermudah para siswa untuk menemukannya. Aku langsung berjalan ke ujung ruang guru, tempat guru-guru kimia berada. Hanya ada lima guru di ruangan, mereka duduk berjauhan dan fokus dengan laptop masing-masing. Aku menyapa satu guru yang tempat duduknya aku lewati. Pak Harto, kebetuluan wali kelasku.
“Belum pulang, Vio?” tanyanya.
Bab Populer