Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
LORO

LORO

ucap Lency membuat Mawardi menutup bagian depan celana ketatnya yang merah menyala. "Ayo, Cy, buruan! kalo gue telat dan kena marah, lo yang harus tanggung jawab!" seru Lorenz menatap tampilannya sendiri di dalam kaca lalu tersenyum puas dan berjalan meninggalkan Lency juga Mawardi yang masih menutupi bagian depan celananya dengan tangan. "Emang masih berfungsi?" celetuk Lency pada Mawardi yang mendecakkan lidah meski tertawa.
9.79.9K viewsCompletedAdded to Library 368 Times as lomando com 2
Read
+Library
LORO

LORO

Lir ilir, lir ilir Tandure wis sumilir Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi Lunyu-lunyu yo penekno kanggo mbasuh dodotiro Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore Mumpung padhang rembulane Mumpung jembar kalangane
104.1K viewsOn holdAdded to Library 160 Times as lomando com 2
Read
+Library
CherryLova

CherryLova

Rasanya Lova ingin muntah di tempat. Lova lalu dengan cepat meraba saku celana Aldo, dia menemukan dompet di sana. Lampu klub yang sedikit samar membuat Lova sedikit kesulitan, dia hanya bisa menggunakan indra perabanya untuk saat ini. Dia berusaha mencari uang tunai yang mungkin saja diselipkan oleh Aldo di sana, betul saja dia bisa merasakan beberapa lembar uang di dalam dompet itu. Tangan lihainya segera menarik uang itu, kemudian segera memasukkannya ke dalam tas tangan kulit buayanya. Lova pun segera memasukkan kembali dompet Aldo ke saku celananya.
1011.1K viewsCompletedAdded to Library 388 Times as lomando com 2
Read
+Library
Koma

Koma

Tampar aja deh gue) Keheningan menyusupi kami berdua, hanya ada suara hembusan angin lembut menerbangkan rambut kecoklatan Rimba. Kedua alis coklatnya itu tertutup samar oleh poninya yang hampir mengenai mata beningnya, bibirnya merah jambu namun agak sedikit kering. Aku jadi ragu dia ini anak desa. Tapi sepertinya gadis yang kupandangi ini tak sadar, karena asyik menikmati cerahnya langit dan benda seperti permen kapas yang bergerak secara perlahan.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as lomando com 2
Read
+Library
LALI

LALI

Matanya mengarah pada pak mandor yag sibuk mengelus perutnya yang kekanyangan dan semakin besar. Pak mandor terkekeh. “Habis sarapan dari mak Yem. Awakmu di golek noh.” Ia menunjuk dengan dagunya yang kini tak nampak lagi wujud dagu, semakin bulat saja wajahnya. Tombo patah hati, Run.” Sahut Dewa dalam bisikan lalu ngacir meninggalkan Harun sebelum di lemparkan helm kuning yang di pegang olehnya.
106.1K viewsOngoingAdded to Library 230 Times as lomando com 2
Read
+Library
2'20

2'20

Darah di hidungnya masih tak berhenti bercucuran, sedangkan kesadarannya perlahan mulai mencapai ambang. “Tidurlah sebentar,” ucap Budianra pelan menepuk bahu Kintan sambil mengangguk menatap Ilyas untuk membantu gadis itu mengistirahatkan diri. Pria tua itu kembali mengepakkan sayapnya, mencoba melihat sejauh apa Kintan berhasil membuat jembatan raksasa dalam waktu satu menit. “Kira-kira hanya sekitar 20 kilometer,” gumamnya tanpa sadar. “Kita butuh sekitar 200-san kilometer untuk mencapai Lombok,” lanjutnya membatin bersamaan dengan Gandi yang sampai di ujung jembatan buatan Kintan, dan mulai melanjutkan pekerjaan itu.
1012.6K viewsCompletedAdded to Library 252 Times as lomando com 2
Read
+Library
720 Jam

720 Jam

Matanya sembab, wajahnya datar, dan tangannya gemetar memegang benda kecil itu. "Mbak...?" panggil Adit hampir tidak terdengar. Ivan menelan ludah keras-keras sampai suaranya terdengar jelas di lorong yang sunyi itu. "Gimana, Ta? Garisnya... jumlahnya genap apa ganjil?"
4.0K viewsCompletedAdded to Library 160 Times as lomando com 2
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status