Once then Forever
Tidak menoleh atau berhenti atas jeritan yang ia buat.
Semakin lama, semakin kecil punggung itu terlihat. Hingga sepenuhnya tak lagi tampak, bahu Dimitri bergetar. Hampa menyeruak, menguasai hati yang sebelumnya ditumbuhi harap. Mematikan jiwa dengan cara paling kejam.
Kosong, seketika diserang banyak rasa sakit, pria itu seperti mati rasa. Tidak lagi berteriak, hanya mematung menatapi jalanan, dengan air mata yang setia jatuh.